Motivasi “Insyâ’alLâh”

Motivasi Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya selalu menghadirkan nuansa inspiratif yang dahsyat. Di antara sekian motivasi, simaklah dahsyatnya motivasi kalimat insyâ’alLâh yang dikisahkan melalui cerita tentang seorang anak kecil (Ismail) dan seorang Nabi Syu’aib, mertua dari Nabi Musa AS.

Saat Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah untuk menyembelih putra tercintanya Ismail, beliau mendapati anaknya yang masih kecil menjelma menjadi kedewasaan yang sempurna.

Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyâ’alLâh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (Ash-Shâffât: 102)

Jawaban Ismail mengajarkan kita tiga hal penting:

  1. Dia memanggil ayahnya dengan panggilan sayang (yâ abati) meskipun selama ini ayahnya jauh secara fisik tapi efektif dalam pembinaan akidah melalui ibunya.
  2. “Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu” (if’al mâ tu’mar) menandakan bahwa dia sangat paham siapa yang memerintah ayahnya.
  3. (ستجدني إن شاء الله من الصابرين) “insyâ’alLâh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Adalah sebuah motivasi untuk sungguh-sungguh berusaha menjadi seorang penyabar kemudian berserah diri ada Allah dari usaha yang dilakukannya.

Energi positif dari pernyataan Ismail adalah mendidik anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus ini selalu kuat mental dan prinsip serta kokoh akidahnya. Seberapa berat cobaan yang dihadapi, dengan mudah ia akan katakan “insyâ’alLâh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Untuk menjadi pribadi yang sabar secara benar tidaklah mudah, perlu kedewasaan, perlu tempaan matang, perlu kokohnya pertautan kepasrahan kepada Allah. Anak kecil ini menjadi dewasa. Sangat berbeda dengan anak-anak sekarang umumnya yang dewasa secara biologis, namun sayangnya rapuh secara prinsip dan ideologis serta psikologis.

Kisah kedua yang bisa dijadikan motivasi adalah jawaban Nabi Syuaib setelah mendengar kisah pelarian Nabi Musa. Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insyâ’alLâh akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik“. (Al-Qashash: 27)

Dengan berkata demikian Nabi Syuaib ingin memberikan motivasi pada Musa, bahwa seberat apapun masalahnya Allah akan memberi jalan keluar yang baik. Hal ini sekaligus juga memotivasi dirinya untuk menjadi jalan keluar yang baik tersebut. “Insyâ’alLâh aku termasuk orang baik!” Menariknya ia menawarkan kerjasama (simbiosis mutualisme) yaitu dengan menjadikannya menantu yang baik.

Spirit dua “insyâ’alLâh” di atas bisa dijadikan quotes motivation yang menginspirasi umat ini. Bahwa seberat apapun masalah yang dihadapi, semakin banyak anak-anak yang mengatakan seperti ungkapan Ismail, maka takkan perlu ada yang dicemaskan. Karena, bila anak-anak kecil saja berani menyatakan demikian, sudah seharusnya orang-orang dewasa malu jika tak mampu mengatakannya.

Demikian halnya saat terjadi banyaknya problematika di tengah masyarakat, ungkapan insyâ’alLâh Nabi Syu’aib menjadi inspirasi bahwa sudah seharusnya para orang tua menjadi penenang. Menjadi jalan keluar yang baik. Memotivasi anak-anak muda untuk tidak menyerah dengan rintangan. Dan justru dengan masalah yang terjadi adalah jalan terbaik merekrut kader-kader penerusnya, sekaligus diajak bekerja sama dengan baik.

Tiga komponen umat yang terdiri anak-anak, orang tua, anak muda bersatu, rasanya tak perlu mencemaskan kondisi apapun yang terjadi. Karena, semuanya memiliki pertautan kepasrahan yang produktif kepada Allah. Yaitu, berupa kesabaran yang menggerakkan dengan dahsyat, serta kesalihan yang memotivasi diri dan orang lain untuk lebih kuat dari masalah, seberat apapun masalah yang dihadapi. AlLâhu al-Musta’ân.

 

Catatan Keberkahan 73

Jakarta, 15.10.2017

SAIFUL BAHRI

Iklan

Kultwit Sabar Unlimited

1. #Sabar itu tiada berbatas, tiada pula limitnya. Tapi manusia sering mengklaim itu. Sejatinya ia yg tak sisakan ruang sabar lagi dlm dirinya

2. Jika ada org coba mancing kualitas #sabar kita, berdoalah spy masih terus ada ruang dalam diri kita utk menampungnya. Bahkan menambahnya

3. Tapi #sabar tak ada kaitannya dg diam terhadap kezhaliman. Diam thdp kebathilan. Bungkam thdp show kebohongan, fitnah, & sandiwara fakta

4. Ibu Musa as setelah sedih, kmd #sabar sesuai arahan Allah. Ia pun bereaksi dg mengutus kakak Musa. Inilah kegigihan usaha memonitor Musa

5. Ibu Musa tak menyerah melawan kezhaliman. Bahkan ia dpt kembali mengasuh Musa dg tenang. Plus upah dr kerajaan. Buah #sabar luar biasa.

6. Sebagian persepsikan #sabar ,qana’ah, tawakkal dg krg tepat. Ke3nya seolah padu dg kelemahan atau sama dg “menyerah” padahal tak demikian

7. #Sabar nya Nuh as. Selama 950 adl full action, totalitas amal, ikhlas & never give up. Itulah kenapa Nuh sgt ikonik dg kesabaran.

8. Bahkan 2 org terdekatnya: istri & anak lelakinya tak ikut dlm kafilah dakwahnya. Keduanya ditelan air bersama keangkuhan & sombongnya.

9. Ayyub as. yg #sabar dg ujian Allah kembali menuai hasil yg tak disangka-sangka. Kekayaan & bahagianya dijelmakan kembali padanya.

10. Aisyah yg diserang dusta shg Madinah terkepung fitnah perselingkuhan.Ia tak menyerah. Meski ia malu muluk2 brharap pd kearifan Ar-Rahman

11. Hanya satu pintanya: Allah buktikan dirinya tak sekotor tuduhan & fitnah org2 munafik.Sekedar pembebasan dr-Nya. Tp Allah bkehendak lain

12. Allah turunkan penyucian jiwa & namanya dlm rangkaian kalam2 suci-Nya yg terabadikan spanjang masa.Umat Islam terlepas dr fitnah murahan

13. Lihat pula Yusuf as yg harus #sabar mndekam dlm penjara tahunan lamanya. Ia tak mati di dlmnya. Bahkan disulapnya mjadi pelataran surga.

14. Padahal ia dijebloskan didalamnya dgn rekayasa kesalahan yg tanpa bukti. Bahkan tanpa didahului persidangan & pembelaan. #sabar

15. Yusuf yg #sabar tanpa siapa-2 yg bisa melindunginya, bbrp tahun kmd menjelma jd org yg dicari2 istana karena keahlian & kesantunannya.

16.Ia jadi org penting di Mesir skaligus juru slamat rakyatnya yg dtimpa paceklik.Ia tak dendam dg org2 yg zhaliminya.Tp ia berbuat. #sabar

17. Perhatikan pula sikap #sabar Nabi Saw hadapi teror Kuffar Quraisy. Beliau tak diam, bahkan sempat cari suaka ke Thaif meski dizhalimi jg

18. Saat Fathu Makkah beliau perbanyak tasbih & istighfar utk kukuhkan #sabar nya yg berbuah. Dg kebesaran jiwa beliau bersabda “pergilah..”

19. “Pergilah,kalian bebas” (Idzhabu wa antumuththulaqo’). Maka sirnalah dendam&pusaran sejarah ms lalu. Abu Sufyan pun meresponnya #sabar

20. Klrgnya peluk Islam tnp paksa. Ia pun mengubah gy hidupnya,”sjk saat ini tak terpikir olehku berbuat salah lagi”. Energi #sabar Nabi Saw

21. Abu Sufyan bahkan telah siapkan liang lahat untuknya. Meski ia blm mau mati saat itu, masih bnyk cara tuk perbaiki sejarahnya. #sabar

22. Imam Syafi’i yg #sabar dlm keterbatasannya, bsama ibunya ia jejak jalan2 ilmu diberbagai negara. Shg Allah muliakan & angkat derajatnya.

23. Sdg Ibrahim as.jgn tanya kualitas #sabar nya.Bpisah dg belahan jiwa&buah hati.Stl itu dituntut berkorban tuk buktikan totalitas cintanya

24. Bg yg pernah alami spt itu br terasa beratnya. Tak spt yg dibygkan mrk yg blm merasakannya. Yg kdg hny nilai tampilan lahirnya. #sabar

25. Mau tahu hasilnya?Ending org2 #sabar d atas: Muhammad Saw, Nuh, Yusuf, Ibrahim, Ibu Musa, Ayyub, Imam Syafi’i. Allah muliakan mereka.

26. Melebihi perkiraan & sangkaan siapa saja, bahkan oleh para pelakunya. Karena reward utk org2 yg #sabar sangat unlimited (Az-Zumar: 10)

27. Karena dimensi #sabar jg unlimited. Dipakai siapa saja dan dalam kondisi apa saja, serta di mana saja. Berhadapan dgn apa & siapa pun.

28. #sabar dalam bertahan pd nilai kebaikan: berusaha konsisten (istiqomah) dg memperluas gelombang pengaruhnya selebar-lebarnya.

29. #sabar dlm tinggalkan maksiat: walau sehebat apapun godaan & rayuan gombal serta jebakan2nya. Di lakukan oleh siapapun,dlm bentuk apapun

30. #sabar saat musibah: dgn terima putusan takdir meski sgt manusiawi diperbolehkan sedih yg tak berlebihan dg berbagai ekspresinya.

31. #sabar saat dserang dusta & fitnah bertubi-2: dg tawakal pd Dzat yg serba maha,dsertai usaha bersihkan diri dg bukti2&dukungan manusiawi

32. #sabar saat sampaikan kebaikan: dg tawakal pd Sang Pemilik Cinta disertai usaha tebarkan damai, cinta, keteladanan,keramahan & kerjasama

33. #sabar di saat jauh dr keluarga & org2 yg pahami: dg silaturahmi, tambah sahabat, jaringan & perbanyak amal yg berguna bagi sesama.

34. #sabar saat dicela/dipuji, disalahpahami/memahami,saat tersesat jln,saat bumi terasa sempit, saat dizhalimi, saat diremehkan/dilebih2kan

35. #sabar saat letih, saat merasa lemah, merasa gundah, saat ingin marah, atau tak tahu mau berbuat apa, serta dlm berbagai kondisi lainnya

36. Kesimpulannya: jika ada yg mcoba uji stok #sabar kita, siapa saja/kondisi apapun. Jwb & buktikan bhw #sabar kita unlimited karena 1 hal.

37. Ada Dzat yg selalu suply stok #sabar kita. “Innallaha ma’ash-shobirin” (Allah bsama org2 penyabar). So never ending, never give up…

38. Dan nikmati janji Allah tanpa ragu dgn unlimited rewards… Sebagaimana cinta & rahmat-Nya yg tak berbatas. Bagi siapapun.. #sabar

Saiful Bahri
@L_saba
Ahad, 05.05.2013