Bedakan: Marah atau Dizhalimi

• Yuk, Bedakan: Marah atau Dizhalimi •

1. Marah: dilarang lampiaskan oleh Nabi berkali2, jauhi dengan duduk jika berdiri. Berbaring kalau sdg duduk. Berwudhu agar dinginkan hati

2. Marah: akibatkan sesal, buat diri berada di luar orbit kontrol, cenderung cari pelampiasan. Jauhikan diri dari orbit & sebab kemarahan.

3. Marah: jauhi dengan berkumpul org2 sabar yangg cerdas, org2 solih yang kuat, org2 jujur yang berani, org2 tawadhu yang tak henti bekerja

4. Marah: jauhkan dg istighfar & introspeksi, carilah dlm diri esensi cinta kebenaran & misi dakwah bil hal serta jaka sikap

5. Marah: bisa sebabkan jatuhkan harga diri, karena ekspresi kata & suara yang melebihi kewajaran & standar kesantunan yang biasanya

6. Biasanya orang yang marah mendekatkan diri (wajah)nya sambil angkat atau kepalkan tangannya serta naikkan volume kata-kata.

7. Karena ia makin jauh dengan subyek/sumber kemarahannya. Padahal secara fisik ia malah mdekatkan diri. Seharusnya dibalik saja kondisinya.

8. Jauhkan fisik & alam fikir kita dr penyebab kemarahan. Jangan ubah sebab marah jd obyek marah. La taghdhob x3 kata Nabi.

9. Marah bs ubah persepsi & jati diri: Alim >Bodoh, Arif >Kasar, Sejuk >Sangar, Cerdas > Tak berkutik, Menyenangkan > menakutkan/menyebalkan

10. Rasul SAW tak melarang marahnya, tp pelampiasannya. Sabda beliau, “Hebat itu bukan dg kekuatan, tapi org yg menahan diri ketika marah”

11. Jadi marah itu manusiawi, natural, normal. Tapi yg membedakan kualitasnya adalah pelampiasannya. Mukmin sejati atau abal-abal.

12. Saatnya alirkan kemarahan jd energi-energi lain yang hebat. Progresif. Inspiratif. Tidak dibuat-buat apalagi memaksakan diri.

13. Ubahlah marah jd keberanian untuk sampaikan kebenaran. Maka diperlukan kekuatan mental yang baik & dukungan bukti-2 serta fakta.

14. Jika harus merasa lemah, jadilah hamba yg lemah terzhalimi di hadapan Sang Maha Kuat dan Perkasa, Sang Pemaksa dan Penakluk siapa saja.

15. Jika berhasil, itulah kunci serba bisa yg buka pintu2 langit menganga selebar-lebarnya. Tanpa hijab & penghalang dg Dzat serba maha.

16. Mintalah apa saja. Apa yg diingini oleh orang lemah yg terzhalimi. Tanpa pembela. Tiada pendukung. Tiada penjaga apalagi kawan setia.

17. Ajaklah sbanyak mungkin org demikian. Mukmin yg cerdas mampu kontrol diri. Sehingga masih bisa gunakan akal sehat & jernihnya pikiran.

18. Hati tempat ia minta fatwa pun tak terganggu gelombangnya. Sehingga ia bisa cepat dapatkan akses & jawaban dari kegundahan2nya.

19. Setelah ini sebaiknya bertanya terlebih dulu pd diri sendiri sblm ajukan pinta: “apakah sedang marah ataukah jd hamba lemah terzhalimi”.

20. Dia tak pernah menjauhi hamba-Nya yg lemah. So.. Press any key to continue… 

Saiful Bahri
@L_saba

Iklan