Khutbah Idul Adha 1439 H

Idul Adhaku

MEMBANGUN KESALIHAN KOLEKTIF
(Dahsyatnya Motivasi Kata “InsyāalLāh

Dr. H. Saiful Bahri, MA.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله أكبر (9 مرات) . الله أكبر كبيراً والحمد لله كثيراً. وسبحان الله بكرةً وأصيلاً. لا إله إلاّ الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد. الحمد لله الذي فرض علينا الحجّ والعمرة لمن استطاع إليه سبيلاً. أشهد أن لا إله إلاّ الله وحده، صَدَقَ وعْدَه ونصَر عبْدَه وأعزّ جُنْدَه وهزَم اْلأحْزَابَ وحدَه، وأشهد أنّ محمداً عبده ورسوله لا نبي بعد، فصلوات الله وسلامُه على هذا النبي الكريم وعلى آله وأصحابه أجمعين. أمّا بعد، فيا عباد الله أوصي نفسي وإياكم بتقوى الله، إنه من يتق ويصبر فإن الله لا يضيع أجر المحسنين. يقول المولى عز وجل: فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ﴾ (الصافات: 102). طِبْتُمْ وطابَ ممْشَاكُمْ وتَبَوّأتمْ مِن الجنّة منزلاً .

Allahu Akbar x 3, walillahil hamd
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Segala puji dan syukur kita panjatkan, takbir dan tahmid kita kumandangkan. Menandai kemenangan yang dikaruniakan Allah Swt. Kemenangan yang paling esensi, kembali menjadi suci dengan pengampunan dan maghfirah-Nya. Sebelum hari ini, kita disunnahkan untuk puasa Arafah. Hal ini dimaksudkan bukan karena sekedar untuk membersamai dan merasakan suasana yang dialami para jamaah haji yang wukuf di sana, tapi untuk mendapatkan apa yang Allah janjikan berupa rahmat dan garansi ampunan-Nya.

Allah selalu memiliki cara dan momen untuk menumbuhkan optimisme pada hamba-hamba-Nya. Setelah peluang-peluang kebaikan Allah buka di bulan Ramadan, Dia buka pula peluang kebaikan puasa di bulan Syawwal. Bulan Dzulqa’dah sebagai bulan haram dan kemudian berbagai kebaikan Allah buka di bulan ini; Dzulhijjah.

Amal-amal baik di awal bulan ini bahkan tiada yang sanggup menandinginya, selain seseorang yang keluar dari rumahnya membawa harta dan jiwanya, berniat jihad fi sabilillah kemudian ia tidak kembali karena gugur.

Allahu Akbar x 3, walillahil hamd
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Ibadah qurban menjadi sebuah ibadah spesial di bulan ini. Di dalamnya terdapat spirit pengorbanan yang luar biasa, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as. Yaitu pengorbanannya dari sejak memupuk kesabaran menghadapi kaumnya dan bapaknya yang lebih suka mendukung rezim yang zhalim, hingga sabar menanti sang buah hati berpuluh-puluh tahun lamanya, sampai harus dihadapkan pada sebuah cobaan berat meninggalkan istri dan anaknya di tempat yang tiada kehidupan di sana. Pun saat ia menemuinya kembali setelah lebih sewindu Allah kembali mengujinya dengan perintah menyembelih anak kesayangannya.

Itulah, mengapa Allah kemudian menyematkan cinta-Nya pada beliau dengan menjulukinya “Khalilullah” (kekasih Allah), gelar yang tak semua orang bahkan nabi-nabi-Nya sekalipun mendapatkannya. Allah juga jadikan keturunan-keturunannya banyak yang diangkat menjadi nabi dan rasul. Diberkahi dan dicintai alam semesta.

Allahu Akbar x 3, walillahil hamd
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Motivasi Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya selalu menghadirkan nuansa inspiratif yang dahsyat. Di antara sekian motivasi, simaklah dahsyatnya motivasi kalimat insyâ’alLâh yang dikisahkan melalui cerita tentang seorang anak kecil (Ismail) dan seorang Nabi Syu’aib, mertua dari Nabi Musa AS (menurut sebagian riwayat)

Saat Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah untuk menyembelih putra tercintanya Ismail, beliau mendapati anaknya yang masih kecil menjelma menjadi kedewasaan yang sempurna.

Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyâ’alLâh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (Ash-Shâffât: 102)

Jawaban Ismail mengajarkan kita tiga hal penting:

  1. Dia memanggil ayahnya dengan panggilan sayang (yâ abati) meskipun selama ini ayahnya jauh secara fisik tapi efektif dalam pembinaan akidah melalui ibunya.
  2. “Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu” (if’al mâ tu’mar) menandakan bahwa dia sangat paham siapa yang memerintah ayahnya.
  3. (ستجدني إن شاء الله من الصابرين) “insyâ’alLâh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Adalah sebuah motivasi untuk sungguh-sungguh berusaha menjadi seorang penyabar kemudian berserah diri ada Allah dari usaha yang dilakukannya.

Energi positif dari pernyataan Ismail adalah mendidik anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus ini selalu kuat mental dan prinsip serta kokoh akidahnya. Seberapa berat cobaan yang dihadapi, dengan mudah ia akan katakan “insyâ’alLâh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Untuk menjadi pribadi yang sabar secara benar tidaklah mudah, perlu kedewasaan, perlu tempaan matang, perlu kokohnya pertautan kepasrahan kepada Allah. Anak kecil ini menjadi dewasa. Sangat berbeda dengan anak-anak sekarang umumnya yang dewasa secara biologis, namun sayangnya rapuh secara prinsip dan ideologis serta psikologis.

Kisah kedua yang bisa dijadikan motivasi adalah jawaban Nabi Syuaib setelah mendengar kisah pelarian Nabi Musa. Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu insyâ’alLâh akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik“. (Al-Qashash: 27)

Dengan berkata demikian Nabi Syuaib ingin memberikan motivasi pada Musa, bahwa seberat apapun masalahnya Allah akan memberi jalan keluar yang baik. Hal ini sekaligus juga memotivasi dirinya untuk menjadi jalan keluar yang baik tersebut. “Insyâ’alLâh aku termasuk orang baik!” Menariknya ia menawarkan kerjasama (simbiosis mutualisme) yaitu dengan menjadikannya menantu yang baik.

Spirit dua “insyâ’alLâh” di atas bisa dijadikan quotes motivation yang menginspirasi umat ini. Bahwa seberat apapun masalah yang dihadapi, semakin banyak anak-anak yang mengatakan seperti ungkapan Ismail, maka takkan perlu ada yang dicemaskan. Karena, bila anak-anak kecil saja berani menyatakan demikian, sudah seharusnya orang-orang dewasa malu jika tak mampu mengatakannya.

Demikian halnya saat terjadi banyaknya problematika di tengah masyarakat, ungkapan insyâ’alLâh Nabi Syu’aib menjadi inspirasi bahwa sudah seharusnya para orang tua menjadi penenang. Menjadi jalan keluar yang baik. Memotivasi anak-anak muda seperti Musa untuk tidak menyerah dengan rintangan. Dan justru dengan masalah yang terjadi adalah jalan terbaik merekrut kader-kader penerusnya, sekaligus diajak bekerja sama dengan baik.

Tiga komponen umat yang terdiri anak-anak, orang tua, anak muda bersatu, rasanya tak perlu mencemaskan kondisi apapun yang terjadi. Karena, semuanya memiliki pertautan kepasrahan yang produktif kepada Allah. Yaitu, berupa kesabaran yang menggerakkan dengan dahsyat, serta kesalihan yang memotivasi diri dan orang lain untuk lebih kuat dari masalah, seberat apapun masalah yang dihadapi.

Allahu Akbar x 3, walillahil hamd
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Bangsa kita saat ini memerlukan motivasi energi insyâ’alLâh. Terutama untuk menyatukan bangsa dalam menghadapi musibah yang melanda saudara-saudara sebangsa kita di Nusa Tenggara Berat dan sekitarnya yang terdampak bencana alam berupa gempa bumi. Kemampuan mereka untuk mengatakan insyâ’alLâh bisa bersabar akan menjadi berita baik bahwa mental dan spirit akan mengalahkan kesulitan apapun. Di lain pihak kita yang mampu membantu mereka juga mampu mengatakan insyâ’alLâh kita bisa membantu mereka karena kita adalah orang baik-baik.

Figur-figur seperti Nabi Ismail, Nabi Syuaib dan Nabi Musa ini diperlukan untuk menyatukan kembali bangsa ini dalam menghadapi musibah, dalam memupuk optimisme membangun bangsa, dalam mengalahkan berbagai ketidakberdayaan ekonomi, carut marut politik, dinamika kekuasaan, perilaku budaya yang bergeser. Akhir-akhir ini bangsa kita tercabik-cabik persaudaraannya, rajutan persatuannya rawan terurai karena perbedaan sudut pandang dan kecenderungan politik. Kepedulian memudar karena ditelan pola dan gaya hidup hedonistik dan matrealistik. Kesenjangan semakin menganga karena mismanajemen dan kualitas pengelolaan yang terbatas dan kurangnya pendekatan introspektif setiap diri kita.

Semoga hadirnya momen ibadah qurban, Hari Raya Idul Adha ini menghadirkan suasana kebahagiaan yang produktif, yaitu dengan memberikan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, baik musibah karena bencana alam seperti di NTB ataupun bencana kemanusiaan seperti penjajahan di Palestina ataupun peperangan di Suriah serta di berbagai belahan bumi lainnya.

Allahu Akbar x 3, walillahil hamd
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

Marilah kita tanamkan spirit kesalihan kolektif komponen bangsa ini melalui kekuatan motivasi insyâ’alLâh. Semoga Allah jadikan kita sebagai ahli hikmah yang bijak dalam bersikap, ahli kebaikan yang mudah mengulurkan bantuan dan memupuk harapan, menjadi penerus kebaikan yang tak pernah terhenti, serta menjadi pewaris surga-Nya dengan dikumpulkan bersama orang-orang shalih dan para kekasih-Nya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللهم صل علي سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم .اللهمّ اغفر لجميع المسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات. اللهمّ ارزقنا حجّ بيتك المحرم وزيارة نبيك الكريم وأَوْرِدْنا حوضه في الجنة. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

Ya Allah, jadikan anak-anak kami seperti Nabi-Mu Ismail yg sanggup bersabar menghadapi ujian apapun, bersabar menjadi dewasa memikul tanggungjawab dan amanah dari-Mu.

Ya Allah. Jadikanlah pemuda-pemuda kami seperti Nabi Musa yang tidak putus asa mencari jalan kebaikan dari kesulitan yang menderanya. Menjadi orang yang ringan membantu di saat sulitnya. Menjadi orang kuat dalam segala kondisi. Menjadi orang yang menghargai dan menghormati orang tua dan menyayangi keluarganya.

Ya allah. Jadikanlah orang-orang tua kami seperti Nabi Syuaib yang terus memupuk harapan dan menyalurkan energi optimisme kepada kaum muda penerus mereka. Membersamai dengan nasihat-nasihat dan keteladanan.

Ya Allah ya Tuhan kami, jadikan kami jalan kemudahan bagi saudara kami yang terlilit kesulitan.

Ya Allah ya Tuhan kami, jadikan kami jalan kebahagiaan bagi saudara kami yang didera penderitaan

Ya Allah ya Tuhan kami, jadikan kami jalan petunjuk bagi saudara kami yg menjauh dr tuntunan-Mu

Ya Allah ya Tuhan kami, jadikanlah kami jalan kebaikan bagi saudara kami yang ingin memperbaiki diri.

Ya Allah… Ampunilah tangan-tangan kami yang masih enggan mengulurkan bantuan.

Ya Allah… Ampunilah mata-mata kami yang masih sering berkhianat dan memandang tajam pada saudara kami. Kadang merendahkan. Kadang menyakiti perasaan saudara kami.

Ya Allah… Ampunilah lisan-lisan kami yang masih sering menggunjingkan aib saudara kami.

Ampunkan ya Allah. Maafkan ya Allah keterbatasan kami dalam membaca kitab-Mu. Kelemahan kami dalam membina amanah-Mu. Keteledoran kami dalam mendidik anak-anak kami. Kekurangan kami dalam berbakti pada orang tua kami. Kealpaan kami dalam berkontribusi kepada peluang-peluang kebaikan yang Engkau bukakan setiap hari.

Maafkan ya Allah… tangan-tangan kami yang enggan mengusap anak-anak yatim. Tangan-tangan kami yang masih berat membuka-buka mushaf-Mu.

Maafkan mata-mata kami yang masih berat memandang huruf demi huruf ayat-ayat-Mu.

Maafkan lisan-lisan kami yang masih berat melafazkan dan mendengungkan dzikir dan mengeja al-Quran-Mu.

Maafkan kami yang belum menunaikan hak-hak saudara kami, tetangga kami, guru-guru kami, dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan kami. Maafkan ya Rahman.

 

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العالمين . تقبل الله منا ومنكم وكل عام وأنتم بخير وإلى الله أقرب وعلى طاعته أدوم

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Perth, 10 Dzulhijjah 1439 H
 22 Agustus 2018 M

 

3 thoughts on “Khutbah Idul Adha 1439 H

  1. Abdullah berkata:

    Assalamualaikum, izin copas pa doktor, untuk khutbah ied

  2. Dr. Saiful Bahri, MA berkata:

    Alaikumussalam. silakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s