Superhero

heroeslgcgogo.jpg

Kalau diperhatikan saat ini produksi film-film hollywood kembali sering memunculkan tokoh dan karakter superhero. Lihat saja deretan filmnya sangat banyak. Publikasi yang jor-joran. Mengapa, sampai ada eksplorasi yang berlebihan tentang tokoh-tokoh superhero tersebut? Bisa jadi karena ruang hampa yang muncul terlalu banyak. Hampa harapan karena para pemegang kebijakan dunia ini semakin tidak bersinergi. Benturan-benturan politis semakin mengemuka. Tragedi kemanusiaan semakin banyak dan melebar. Pembiaran yang terjadi terhadap pembunuhan, penjajahan, pengusiran semena-mena adalah bentuk-bentuk tindakan tidak manusiwai.

Krisis Suriah yang tak kunjung jelas ujungnya. Penjajahan Zionis terhadap Palestina yang semakin brutal meski dikecam oleh banyak bangsa. Serta berbagai krisis kemanusiaan lainnya, seperti kelaparan di Somalia. Hal-hal tersebut adalah potret peradaban modern kita.

Maka, sebenarnya wajar jika manusia mulai merindukan sosok superhero. Khayalan mereka mulai berfantasi menunggu datangnya manusia yang bukan manusia biasa. Agar masalah-masalah yang terjadi saat ini terselesaikan dengan segera dan tidak bertele-tele. Padahal persepsi mereka tentang superhero ini terlalu utopis. Bahkan hanya ilusi belaka.

Yang kita perlukan saat ini bukan superhero seperti yang digambarkan oleh para sineas hollywood. Yang kita perlukan saat ini adalah orang-orang yang tak menyerah dengan keterbatasan dan keadaan. Yang tak menyerah meski kezhaliman dipertontonkan di mana-mana. Yang tak menyerah meskipun kemungkaran bergelombang datang menyerbu dan menyerang. Yang tetap kokoh meskipun dikepung berbagai konspirasi.

Yang kita perlukan dengan urgen dan segera adalah persatuan. Persatuan umat ini akan menjadikan misi kepemimpinan umat Islam sebagai rahmat bagi alam semesta. Umat yang bersatu akan mengembalikan peran vital dalam memimpin peradaban manusia, pasca kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dan diteruskan oleh para generasi berikutnya.

Peran umat Islam dan perkhidmatannya terhadap peradaban manusia memnag tak bisa hanya diukur melalui politik dan kekuasaan. Sehingga pasca runtuhnya Khilafah Usmaniyyah 1924 M tak bisa langsung dikatakan bahwa umat Islam tak lagi berperan dalam membangun peradaban. Jika dikatakan berkurang mungkin ada benarnya, namun hal tersebut tak berarti nihil sama sekali.

Umat Islam dan manusia pada umumnya saat ini menanti hadirnya para pejuang dan pahlawan yang benar-benar memiliki tekad baja dan tanpa pamrih keduniaan dan materi. Mereka itu bukanlah manusia super yang bisa terbang atau tak tembus peluru atau berkulit baja. Mereka manusia yang normal seperti kebanyakan manusia. Tapi manusia yang nilainya melebihi seribu komunitas manusia lainnya. Bagaikan malam lailatul qadar yang melebihi seribu bulan. Karena kedekatannya dengan kalam dan wahyu Allah yang mulia.

Kembalilah kepada al-Quran, manusia super akan segera hadir membawa umat Islam memimpin peradaban manusia. Al-Quran yang menjelma dalam dirinya sehingga perkataan-perkataannya searah dengan al-Quran. Perbuatan-perbuatannya sejalan dengan panduan-panduan langit. Tingkah lakunya tak menyelisihi apa yang menjadi rambu-rambu dari Allah dan Rasul-Nya. Menjelma kembali seperti abu Bakar, Umar, Usman dan Ali serta generasi terbaik umat ini. Takkan sulit diwujudkan jika umat ini segera sadar dan kembali bersatu dengan panduan kitab-Nya. Wallaahu al-Musta’ân.

 

Catatan Keberkahan 47

Jakarta, 24.03.2017

SAIFUL BAHRI

Iklan

2 thoughts on “Superhero

  1. […] Akan segera muncul nama-nama tak terhitung yang dianggap berjasa terhadap negeri ini. Tahukah kita, bahwa sebagian mereka dulunya adalah profil yang dibenci penjajah, dianggap pecundang dan penjahat yang mengancam eksistensi kekuasaan dan kezhaliman? Sebagian memang dikenal sebagai orang baik-baik saja, sebagian lainnya bahkan baru dikenal ketika mereka sudah tiada. Dan penulis yakin, sebagian besarnya adalah nama-nama yang tidak dikenal dan tak disebut oleh banyak orang yang hidup setelah mereka. Para pahlawan itu adalah manusia biasa yang tak ingin menyerah dengan keadaan yang dihadapinya. Mereka adalah orang biasa yang tak menerima kondisi yang sedang tidak ideal. Mereka adalah orang-orang biasa yang ingin menyukuri nikmat kemerdekaan. Karenanya, mereka melakukan hal yang sebenarnya biasa, untuk cita-cita luar biasa, karena tak sedikit manusia di zamannya yang menyerah dengan keadaan yang timpang. (baca Catatan Keberkahan 47: Superhero) […]

  2. […] Akan segera muncul nama-nama tak terhitung yang dianggap berjasa terhadap negeri ini. Tahukah kita, bahwa sebagian mereka dulunya adalah profil yang dibenci penjajah, dianggap pecundang dan penjahat yang mengancam eksistensi kekuasaan dan kezhaliman? Sebagian memang dikenal sebagai orang baik-baik saja, sebagian lainnya bahkan baru dikenal ketika mereka sudah tiada. Dan penulis yakin, sebagian besarnya adalah nama-nama yang tidak dikenal dan tak disebut oleh banyak orang yang hidup setelah mereka. Para pahlawan itu adalah manusia biasa yang tak ingin menyerah dengan keadaan yang dihadapinya. Mereka adalah orang biasa yang tak menerima kondisi yang sedang tidak ideal. Mereka adalah orang-orang biasa yang ingin menyukuri nikmat kemerdekaan. Karenanya, mereka melakukan hal yang sebenarnya biasa, untuk cita-cita luar biasa, karena tak sedikit manusia di zamannya yang menyerah dengan keadaan yang timpang. (Baca Catatan Keberkahan 47: Superhero) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s