NAFAS-NAFAS BARU

air-dan-kupu2

SAIFUL BAHRI

Perubahan atau pergantian waktu adalah sebuah karunia dan salah satu nikmat Allah. Di samping itu hal tersebut menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah yang mengubah segalanya. Perubahan adalah ciri utama makhluk-Nya. Jika waktu ini dijadikan malam selamanya oleh Allah, maka siapa tuhan selain-Nya yang sanggup mendatangkan cahaya seterang siang? Sebaliknya, jika waktu ini dijadikan siang selamanya oleh Allah, maka siapakah yang sanggup membuat malam sebagai waktu normal untuk beristirahat para manusia? Itulah yang disampaikan Allah dalam firman-Nya di QS. Al-Qashash: 71-72.

Momentum pergantian tahun yang baru saja berlalu beberapa waktu, bagi sebagian orang dijadikan titik tolak perubahan. Dalam lingkup mikro saja tak jarang kalender baru tersebut dijadikan patokan untuk membuat perencanaan keuangan, membuat perencanaan kegiatan dan sebagainya.

Sebenarnya tak ada yang salah dengan siang atau malam. Demikian juga matahari dan bulan yang Allah yang salah satu kegunaannya adalah menjadi ukuran waktu. Dengan patokan matahari, umat Islam menentukan waktu shalat seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk meniru dan menyontoh shalatnya. Dengan patokan bulan, umat Islam ini juga menggunakan penanggalan untuk melaksanakan puasa Ramadan, menunaikan zakatnya juga melaksanakan manasik haji.

Berbagai peristiwa sudah terjadi sepanjang tahun 2016. Ada yang membuat mata-mata ini sembab menyaksikan berbagai berita yang memilukan dan menyakiti rasa kemanusiaan kita. Ada yang membuat bibir-bibir ini tersenyum menghayati berbagai suka cita. Ada nada kemarahan menyaksikan kezhaliman dipertontonkan di mana-mana. Ada kekecewaan karena berbagai harapan yang terhalangi atau bahkan tersingkirkan. Ada rasa optimisme membuncah menyaksikan kebangkitan umat di tengah berbagai himpitan makar dan konspirasi. Berbagai rasa bercampur. Mengaduk emosi dan perasaan kita. Namun, yang paling menonjol sepanjang tahun kemarin adalah berbagai berita yang memburukkan citra umat Islam. Baik masifnya media massa yang mewartakan berbagai pengeboman dan aksi-aksi terorisme yang diklaim ISIS ada di belakangnya, atau pun suasana pilu yang menimpa Libya, Iraq, dan Suriah di samping permasalahan utama di Timur Tengah pemukiman ilegal Israel yang terus dibangun meskipun ditengah kecaman dunia internasional. Penistaan-penistaan yang dilakukan terhadap Masjid al-Aqsha.

Di balik nestapa kemanusiaan yang sama-sama dialami oleh Palestina dan Suriah, simaklah berbagai keajaiban dan kisah-kisah heroik anak-anak kecil di berbagai pengungsian Palestina.

Ketika bencana kemanusiaan semakin memburuk di Suriah, khususnya di Aleppo, para anak-anak kecil di Gaza juga berbagai tempat pengungsian Palestina di Jordania dan Libanon, juga yang ada di Turki semua menggalang dana kemanusiaan untuk para anak-anak dan pengungsi Suriah. Padahal sebagaimana kita tahu, kondisi mereka, para pengungsi Palestina sangat memerlukan bantuan kemanusiaan. Terkhusus mereka yang berada di Gaza yang belum terecovery dengan baik pasca serangan Israel di tahun 2014 yang lalu.

Perihal bantuan kemanusiaan ini, tidaklah selalu sejalan secara empirik dengan kemampuan materi seseorang atau kecerdasan intelektualnya. Karena yang menjadi sumbunya adalah kepekaan spiritual yang melengkapi kepekaan intelektual (pengetahuan dan informasi), kepekaan emosional (sedih dan pilu) dan kepekaan sosial (sebagai bentuk rasa solidaritas kemanusiaan). Kepekaan spiritual adalah bentuk nyata dari hasil ibadah seseorang yang menghubungkannya dengan Allah secara vertikal.

Bantuan kemanusiaan yang diberikan mereka, yang juga sedang terbelit kesulitan berangkat dari spirit kebesaran Allah yang dideklarasikannya setiap shalat dan dalam setiap perpindahan gerakan di dalamnya. Spirit ingin lebih disayangi Allah dan menebar kasih sayang. Agar segala bentuk permusuhan dan keserakahan manusia segera sirna dan tersingkirkan.

Spirit ini barangkali keinginan para pengungsi itu untuk menghadirkan surga dalam bentuk lain di dunia. Surga yang tidak hanya berbentuk kemakmuran dan gelimang materi serta kekayaan yang kasad mata terlihat. Surga dalam bentuk solidaritas sesama, kepedulian terhadap mereka yang mengalami kesulitan. Itulah spirit yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, bahwa bisa jadi sedekah satu dirham mengalahkan sedekah seribu dirham. Karena si pemiliki satu dirham menyumbangkan setengah hartanya yang “hanya” dua dirham, si penyumbang seribu dirham ia memiliki ribuan atau ratusan ribu lainnya. Karena tak selamanya diukur dengan parameter angka.

Spirit perubahan bergantinya waktu adalah ruh optimis yang selalu Allah berikan kepada para makhluknya. Setiap pagi kita seolah mendengarkan lantunan optimisme dari firman-Nya, “Dan demi waktu shubuh ketika bernafas” (QS. At-Takwir: 18)

Itulah nafas-nafas baru yang Allah karuniakan untuk setiap makhluknya. Jika seorang hamba-Nya di hari kemarin berbuat maksiat, nafas baru ini adalah kesempatannya untuk kembali dan bertaubat. Jika hari yang lalu ia telah lewati dengan prestasi, maka nafas baru adalah menciptakan peluang prestasi berikutnya, atau setidaknya mempertahankan atau menebar kebaikannya. Semuanya diberikan Allah peluang dan pintu-pintu kebaikan setiap paginya.

Maka, ketika kalender berganti, jika manusia yang ada hanya sekedar mengganti kalender yang lama dengan yang baru, maka ia belum menghayati makna perubahan dan sunnah pergantian yang sedang Allah perjalankan untuknya.

Saatnya umat ini bertansformasi, mengubah dirinya bersama nafas baru yang Allah kirimkan setiap pagi. Peristiwa apapun yang dilalui umat ini di tahun lalu, kini saatnya mengubah diri sendiri untuk mengisi peluang dan memasuki pintu-pintu kebaikan yang telah Allah buka.

Bersama nafas baru, jangan beri peluang para durjana merenggut optimism. Raih kemenangan. Kemerdekaan. Bebaskan dari segala belenggu yang menghalangi sampai di jalan Allah, Sang Pemberi nafas-nafas baru di setiap pagi. HasbunalLâhu wani’mal wakîl.

 

Catatan Keberkahan 40

Jakarta, 09.01.2017

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s