CYBER WAR

Dr. Saiful Bahri, M.A

Selama ini kita mengenal penyerangan fisik yang dilakukan oleh tentara zionis kepada bangsa Palestina. Dimulai sejak 1948 meletusnya perang pertama sebagai respon atas deklarasi Negara Israel beberapa bulan setelah keluarnya Resolusi PBB yang membagi wilayah Palestina menjadi dua, sebagian untuk Israel dan sebagian lagi untuk Palestina. Adapun wilayah al-Quds sebagai daerah netral yang berada di bawah pengawasan PBB. Setelah itu ada pengusiran, pendudukan ilegal agresi militer sampai pembakaran Masjid al-Aqsha. Serangan dan agresi militer yang masif di beberapa tahun terakhir yang terkenal adalah di akhir tahun 2008, kemudian menjelang akhir 2012.

Jika agresi militer lebih berdampak secara fisik, meskipun secara mental memiliki pengaruh meski belum terlalu signifikan. Maka ada serangan lain yang tak kalah berbahaya dengan agresi militer tersebut. Yaitu serangan yang berbasis dunia maya melalui situs internet. Mengingat saat ini sudah lebih dari 250.000 website yang diakses setiap hari dengan berbagai kategori. Di antara ratusan ribu alamat http tersebut ada beberapa ensiklopedia atau tulisan lepas yang menyajikan data, berita dan cerita seputar al-Quds atau Jerussalem atau bahkan Palestina secara umum, maka lebih didominasi oleh tulisan-tulisan yang mendukung kepentingan zionis.

Misalnya data yang dikemukakan oleh situs “wikipedia.org” ensiklopedi terbuka yang didirikan pada tahun 2001 ini diakses dalam berbagai bahasa dunia sekitar 250 bahasa. Untuk keyword Jerussalem akan didapatkan aksesnya dalam 168 bahasa dunia. Di antaranya: Alemannisch, العربية, Azərbaycanca, Česky, Deutsch, Español, فارسی, Français, Bahasa Indonesia, Italiano, Kurdî, Nederlands, Română, Slovenčina, Türkçe, Português dan bahasa-bahasa lainnya. Betapa ketersediaan data tentang kota ini dalam berbagai bahasa menandakan urgensi kota tersebut di mata penduduk dunia. Atau lebih tepatnya urgensi mengetengahkan data tentang kota Jerussalem ke dalam berbagai bahasa. Sayangnya data-data tersebut, terutama dari bahasa primernya “English” kurang berimbang atau lebih tepat berpihak kepada kepentingan zionis. Berbagai informasi sangat detil akan dijumpai dalam bahasa primernya Inggris dan Bahasa Arab. Meski terdapat perbedaan, tetapi dari sisi penyajian selalu mengetengahkan sebuah data Jerussalem Timur dan Barat. Melalui rekayasa tulisan buatan (fiktif dan bukan fakta) yang ingin disampaikan bahwa pembagian Jerussalem atau al-Quds menjadi Timur dan Barat adalah legal. Padahal hal ini baru terjadi pada tahun 1948 dengan pembagian secara paksa, karena Palestina berada di bawah penjajahan Inggris selama 31 tahun (1917-1948 M). Sebelumnya al-Quds termasuk wilayah Palestina yang berada dibawah naungan Daulah Usmaniyah, dan sebelum-sebelumnya sejak di buka oleh Amirul Mukminin, Umar bin Khattab sampai direbut kembali oleh Shalahuddin dari Tentara Salib yang sempat menguasainya beberapa tahun.

Sering disebut, Al-Quds Timur yang mencakup kota lama dan pelataran Masjid al-Aqsha sebagai ibukota Palestina merdeka (jika terealisasi kemerdekaannya). Sementara al-Quds (Jerussalem) Barat sering dilupakan bahwa saat ini berada dibawah kendali pemerintahan Zionis Israel. Al-Quds Barat ini merupakan 85% dari total wilayah kota al-Quds. Pendudukan ilegal Israel ini menjadi strategis karena saat ini kantor Perdana Menteri, Parlemen, Pemerintahan, Mahkamah Tinggi, dan beberapa tempat rekreasi unggulan serta tempat-tempat riset dan olah raga sudah sempurna dibangun dan sebagian besar dipergunakan oleh Israel. Maka sebenarnya pembagian Barat dan Timur ini untuk memperdaya secara ilmiah doktrin tentang kota al-Quds yang sebenarnya. Wilayah kuno yang tinggal 15% itu pun kini tak luput dari intimidasi fisik, situs-situs bersejarah termasuk penduduk muslim di dalamnya terancam eksistensinya. Terlebih Masjid al-Aqsha.

Inilah serangan pertama; pembagian al-Quds menjadi dua: Timur dan Barat adalah bentuk permulaan peperangan untuk menguasai dan menduduki al-Quds secara sempurna termasuk menduduki Masjid al-Aqsha dan atau menggantinya dengan Kuil Sulaiman yang mereka klaim berada di wilayah tersebut.

Yang kedua, definisi kota al-Quds yang dianggap oleh bangsa Palestina sebagai “calon” ibukota Palestina merdeka di masa mendatang sesuai piagam kemerdekaan yang ditandatangani pada 15 Nopember 1988. Yang dianggap Israel sebagai “calon” ibukota Israel raya termasuk wilayah al-Quds Timur paska perang 1967 dan dipertegas pada tahun 1980.

Definisi ini dalam berbagai bahasa ingin mengesankan bahwa: Al-Quds dilokalisir –hanya- menjadi masalah bangsa Palestina, padahal secara ideologis kota tersebut memiliki posisi penting di hati kaum muslimin sedunia, dan secara historis maupun kemanusiaan, kota tersebut perlu dibebaskan dari berbagai bentuk kekerasan yang bertentangan dengan semangat kemanusiaan. Apalagi saat diklaim hanya menjadi miliki Zionis Israel.

Yang Ketiga, Kota al-Quds dianggap sebagai kota suci tiga agama. Dalam bahasa Inggris disebutkan “Jerusalem is also a holy city to the three major Abrahamic religions—Judaism, Christianity and Islam.” Dan dalam Bahasa Arab di sebutkan “تعتبر القدس مدينة مقدسة عند أتباع الديانات السماوية الثلاث: اليهودية، المسيحية، الإسلام”.

Dalam data Bahasa Inggris digunakan framing: “Abrahamic religions” seolah-olah tiga agama yang akan disebutkan berasal dari satu sumber, padahal tidak demikian. Agama yang dalam terminology teologi sering disebut sebagai agama samawi ini diframing lebih doktrinal, yaitu sebagai agama-agama Nabi Ibrahim. Ketiganya jelas berbeda.

Demikian juga dalam Bahasa Arab. Penegasan kata “al-masîhiyah” sebagai representasi untuk pemeluk agama Kristen ada kesan penisbatan pada al-masîh yang merupakan nama lain Nabi Isa as. Dalam agama Islam istilah tersebut tidak dikenal. Al-Quran cenderung menamakannya dengan “an-nashrâniyyah”. Demikian juga kata “al-Yahûdiyah” yang sebenarnya di dalam al-Quran digunakan untuk menyebut Bani Israel setelah mereka ingkar terhadap Allah dan semakin menjauh dari jalan kebenaran. Ingin membuat framing ideologis sekaligus berdasarkan ras yang kemudian muncul istilah baru, yaitu Israel yang diambil dari nama lain Nabi Ya’qub as. Isra yang berarti “hamba” dan “il” yang berarti “tuhan”. Atau Abdullah dalam Bahasa Arab. Al-Quran sendiri menyebut Bani Israel lebih sering. Baik dalam penyebutan secara tidak langsung atau dalam sebutan langsung, panggilan atau seruan; seperti “Yâ Banî Isrâil”. Menurut Mantan Mufti Agung Mesir dan Imam Besar Al-Azhar, Syeikh Prof. Dr. Muhammad Sayyed Thanthawi dalam disertasinya, penyebutan “Bani Isra’il” memiliki banyak rahasia dan kesan, yang paling utama adalah penghormatan dan penghargaan terhadap Ya’qub alaihissalam yang memiliki sebutan nama “Isra’il”. Adapun beliau -tentunya- terbebas dari berbagai tuduhan ataupun kelakuan buruk para keturunannya yang kemudian disebut sebagai “yahudi” oleh al-Quran setelah mereka melakukan perbuatan tercela dan keluar dari jalur kebenaran.

Yang Keempat, pada bahasan periode kuno (Canaan Period) Jerussalem disebut dengan  City of David (Madinah Dawud). Penyebutan ini untuk mengesankan bahwa Jerussalem adalah warisan Dawud yang kemudian menjadi entry point sebagai warisan bangsa yahudi. Lebih parah lagi kota ini diklaim baru dikenal setelah adanya Nabi Dawud alaihissalam. Tentu hal tersebut perlu bukti sejarah yang kuat yang nyatanya tak pernah bisa dihadirkan dalam tulisan manapun.

Beberapa hal di atas sebagian bentuk amunisi serangan udara di forum-forum umum yang bisa jadi akan dirujuk atau dijadikan salah satu bahan pengetahuan para pengguna cyber. Masih ada beberapa hal lainnya dalam situs wikipedia, sebagaimana situs-situs lainnya baik yang free maupun yang berbayar. Melalui mereka amunisi serangan terhadap al-Quds dilancarkan

Yang Kelima, Selain empat hal di atas ada hal lain yang tak kalah penting disebutkan. bahwa dalam bahasan asal kata Palestina yang asal katanya bermacam-macam itu nantinya ditarik sebuah simpul yang ujungnya berbunyi sebagai bangsa yang menjadi lawan Bangsa Israel. Di berbagai situs akan disebutkan demikian setelah mengulas berbagai asal kata Palestina baik yang berasal dari bahasa latin maupun lainnya. Hal ini memberi kesan bahwa Bangsa Palestina adalah pendatang dan Bangsa Israel adalah penduduk asli. Padahal dalam sejarah pun disebut bahwa Bangsa Israel sebenarnya sudah dijanjikan tanah Palestina, namun mereka enggan memasukinya karena berjiwa pengecut dan takut berjihad memasuki kota yang dijanjikan tersebut. Dalam keyakinan Umat Islam maka Palestina kemudian diharamkan bagi mereka.

Selain hal-hal di atas masih banyak konten-konten lainnya yang mereduksi kebenaran sejarah, atau setidaknya mengarahkan pada kepentingan zionis dilakukan secara professional, didukung secara masif dengan kekuatan ilmiah, modal materi yang banyak, networking yang bagus serta tentara-tentara cyber yang menggempur dunia maya secara terus menerus.

Jika hal ini dibiarkan seperti ini maka ke depan konten-konten sejarah Umat Islam akan hilang atau berganti dengan konten-konten yang berpihak untuk kepentingan zionis. Saatnya para ulama muslim internasional bersatu mengerahkan kemampuan ilmiah mereka untuk mengumpulkan amunisi sejarah, fakta dan data. Di lain sisi mesti diimbangi oleh jenis tentara lain. Karena yang sedang dihadapi, selain agresi militer dan kekerasan fisik ada bentuk serangan lain yaitu Cyber War. Maka kita harus mulai memperbanyak menyebarkan informasi dan melawan cyber war ini dengan gigih. Ada beberapa situs yang sudah mulai melakukan hal ini dengan cukup baik. Di antaranya: http://alquds-online.org/, http://www.alzaytouna.net/index.php, http://www.felesteen.ps/, http://safa.ps/, http://www.infopalestina.com/, http://www.aqsaonline.org/ . Maka saatnya untuk melakukan serangan balik dengan baik dan terkoordinir.

Untuk hal tersebutlah Asia Pacific Community for Palestine (Aspac for Palestine) hadir, salah satu misi dukungan terhadap Palestina adalah melalui konten media.

Dan jangan pernah merasa bahwa kekuatan mereka tidak berbatas. Tidak juga perlu merasa kecil dengan keterbatasan materi. Ketersediaan perangkat yang minim. Bahkan teknologi yang cenderung berpihak ke mereka karena memang harus diakui, mereka memiliki kegigihan ilmiah yang lebih untuk hal yang satu ini. Tapi selain usaha yang maksimal, menguatkan kembali barisan dan persatuan ada persoalan mental yang terus dikristalisasi.

Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” (QS. Al-Hasyr [59]:14)

Maka karena hal yang demikian sangat penting bagi mereka untuk menguatkan pencitraan yang hebat dan unlimited. Inilah yang disebut dengan Psy War (al-harbu an-nafsy). Jika Allah masih beri kesempatan, kita akan membahasnya pada tulisan-tulisan selanjutnya. WalLâhu al-musta’ân.

Catatan Keberkahan 005

Jakarta, 03.06.2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s