Kultwit #forbiddencountry

FORBIDDEN COUNTRY

(Negeri Yang Diharamkan Untuk Para Pengecut)

Sebuah tadabbur QS. al-Maidah: 20-26

1. Yuk kita Tadabburi al-Maidah QS 20-26 #forbiddencountry
2. Nabi Musa pernah dpt titah tuk ajak kaumnya Bani Israel memasuki Palestina,negri yg
djanjikan jika mereka taat perintah #forbiddencountry
3. Musa memulai ajakannya tuk ingat nikmat-2 Allah pd mereka. Banyak dipilih sbg nabi, raja,
dibebaskan dr kezhaliman, dll #forbiddencountry
4. (QS.5:21) part 1 “Kaumku, masuklah ke tanah suci yg dijanjikan Allah bagimu” jika Bani
Israel taat perintah Allah dan Nabi-Nya #forbiddencountry
5. (QS.5:21) part 2 “janganlah kamu lari kebelakang (karena takut pd musuh)” larangan
bersikap pengecut & hindari nikmat Allah #forbiddencountry
6. (QS.5:21) part 3 “maka kamu menjadi orang-orang yang merugi” akibat jika mereka tak taat
Allah & bersikap pengecut #forbiddencountry
7. Jawaban Bani Israel, “Di dalam negeri itu ada org-org perkasa, kami tak mungkin masuk
selama mereka ada di sana” (lihat QS.5: 22) #forbiddencountry
8. Ada 2 org dr mrk menasehati,”Serbulah dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila
kamu memasukinya niscaya kamu kan menang” #forbiddencountry
9. Segelintir org itu adl:takut pd Allah, bertawakkal, totalitas iman, menyukuri nikmat
Allah (karakter org kukuh & gigih) QS.5:23 #forbiddencountry
10. Bani Israel tegaskan keengganan memasuki Palestina (QS.5:24) “Kami takkan pernah
memasukinya selama ada mereka (org-2 perkasa) #forbiddencountry
11. Mereka menambahkan “Pergilah Anda (Musa) dan Tuhan Anda berperang sendiri. Kami duduk-
duduk, menunggu saja di sini” #forbiddencountry
12. Musa berkata “Ya Tuhan,aku tdk menguasai kecuali diriku & saudaraku.Sebab itu pisahkan
kami dengan orang-orang yang fasik itu” QS.5:25 #forbiddencountry
13. Allah kabulkan doa Musa (QS.5:26) part 1: Palestina diharamkan bg mereka.Ada yg bilang
slm 40 hari,ada yg berkata: selama-lamanya #forbiddencountry
14. Allah kabulkan doa Musa (QS.5:26) part 2: Bani Israel tersesat di padang Tih. Tak
kemana-mana, berputar-putar di sana saja #forbiddencountry
15. Allah kabulkan doa Musa (QS.5:26) part 3: Allah angkat kesedihan Nabi Musa yg ditolak
dakwah dan ajakannya oleh kaumnya #forbiddencountry
16. Kini berabad-abad setelah peristiwa di atas, mereka menyerbu Palestina. Bukan karena tak
ada orang-orang perkasa, tapi… #forbiddencountry
17. Tapi karena mereka tak diterima dimana-mana, kmd mencari dalih bahwa Palestina adalah
negeri yg dijanjikan tuk mereka #forbiddencountry
18. Merekayasa klaim keberadaan kuil Sulaiman tanpa bukti dan fakta, memonopoli sebagai
pewaris tunggal tanah suci #forbiddencountry
19. segala cara dilakukan: pengusiran, penipuan, perampasan, teror, pembunuhan, pemaksaan,
penghancuran dan pemutarbalikan fakta #forbiddencountry
20. Berdirilah negara rasis itu ISRAE dgn klaim “yang berhak hidup di Palestina adalah
mereka. Tanpa umat Islam dan Nasrani” #forbiddencountry
21. Pelan tapi pasti Bangsa Palestina menjadi minoritas di negerinya. Menjadi org asing di
tanah mereka. Terusir & terzhalimi #forbiddencountry
22. Itulah kafilah pertama yg datang ke Palestina pada tahun 1881. Sbg bangsa yg terusir
dimana-mana #forbiddencountry
23. Lihatlah pemukiman yang diberikan kepada mereka dengan rasa kemanusiaan dan belas
kasihan. Saat selesai dibangun #forbiddencountry
24. Kemudian tiba-tiba ada yg memberikan & mewariskan tanah pada mereka. Miliki siapakah
tanah itu. Siapa yg berhak memberikan? #forbiddencountry
25. Sebagian mengira masalah Palestina hanya masalah tanah & tempat tinggal. Padahal akar
masalahnya sangat ideologis #forbiddencountry
26. Fokusnya seolah-olah Gaza.. padahal mereka hanyalah korban. Fokus sesungguhnya adalah
al-Quds (Jerussalem) yg mrk inginkan #forbiddencountry
27. Gaza = penjajahan, pembunuhan, brutalisme, premanisme, perampasan, dehumanisasi,
pencitraan, dan pembersihan etnis #forbiddencountry
28. Sedangkan al-Quds = penjajahan, pendudukan, perampasan, pemutarbalikan fakta, monopoli,
penistaan situs dan tanah suci #forbiddencountry
29. Gaza yg terus dihujani bom, masih ada perlawanan & terus diblow up. Saya justru menanti
ada roket-roket dari al-QUds dan Tepi Barat #forbiddencountry
30. Itulah Palestina yang dulu menyatu, kini dipisahkan seolah-olah masing-masing memiliki
masalah sendiri. Padahal masalahnya sama #forbiddencountry
31. Menghadapi musuh yang sama, zionisme yang diback up media, teknologi, negara, kekuatan
yang orang mengira unlimited #forbiddencountry
32. Padahal mereka sangatlah lemah dengan kepengecutannya. Siapa yg teriak terlebih dahulu
setelah meletusnya perang? #forbiddencountry
33. Siapakah yang main klaim terlebih dulu dengan mengatakan bahwa “Kami berhak untuk
membela diri” Dari siapa & mengapa? #forbiddencountry
34. Kemudian bermunculan dukungan-dukungan politis dan media yang membujuk untuk berdamai
dan mengalah demi mereka #forbiddencountry
35. Itulah sepenggal kepengecutan dari bangsa yang pernah dijanjikan tanah Palestina tapi
menolak dan tegaskan menolak #forbiddencountry
36. Kini mereka menghuninya dgn harga darah & air mata Palestina, seolah-olah menyeru, “Ini negeri yg dijanjikan bukan yg diharamkan” #forbiddencountry
37. Padahal tertulis dalam al-Quran bahwa Palestina adalah negeri yang diharamkan bagi mereka, sebagai bg hukuman para pengecut #forbiddencountry
38. Tinggal dan tidurlah kalian para pengecut di Palestina. Takkan pernah ada kenyamanan dan kenyenyakan dalam istirahatmu #forbiddencountry

SAIFUL BAHRI

Iklan

Kultwit #hijrah

MENTALITAS HIJRAH

1. Hijrah Nabi SAW menginspirasi para pembela kebenaran, kaum tertindas, pencari keadilan,
dai-dai mukhlish, penantang kebathilan UNTUK TERUS MELANGKAH #hijrah
2. Makar musuh yg sudah matang & diklaim nyaris sempurna, takluk di depan takdir kekuasaan
dan kemahabesaran makar & rencana Allah #hijrah
3. Peristiwa yg membuka tabir kesungguhan serta kegigihan dan menanggalkan keraguan serta
rasa takut tak memiliki siapa-siapa #hijrah
4. Pemilik harta dunia pun akan melaju meninggalkan semuanya, karena cinta pada kebenaran
berada di atas segalanya. Tunduk pada perintah Sang Maha #hijrah
5. Intimidasi, rasa cemas, ketakutan, akan sirna beriringan langkah demi langkah ketika
menjauhi tempat kelahiran dan keluarga #hijrah
6. Menanti di sana, sekelompok manusia yang menyerupai malaikat. Memiliki hati selembut sutra. Kepekaan yang tajam melebihi saudara #hijrah
7. “Aku memiliki rumah lebih dari satu, silakan Anda pilih agar jadi hunian di tempat baru”. “Terima kasih saudaraku, cukup tunjukkan aku letak pasar” #hijrah
8. Itulah dua dialog terkenal antara si lembut yang penyayang Saad bin Rabi’ dan si tangan emas yang penuh iffah, Abdurrahman bin Auf #hijrah
9. Detik-detik 1433 H akan segera berakhir. Suka atau tidak semua manusia akan hijrah meninggalkannya, memasuki gerbang baru tahun 1434 H #hijrah
10. Sebagian merasa biasa-biasa saja. Sebagian menyambut dengan gembira. Sebagian menyiapkan pesta. Sebagian menekuni sejarah dan peristiwa #hijrah
11. Setiap kita akan melewati waktu demi waktu, berhijrah meninggalkan yang lama dan beranjak pada batas baru. Yang lalu takkan pernah kembali #hijrah
12. Orang-orang sukses adalah yg sanggup memaknai dan melanjutkan perjalanan hijrahnya. Terhindar dari pernyataan Allah “innal insana lafi khusrin” #hijrah
13. Hanya orang yg tahu manfaat dan bernilainya waktu yang keluar dari kerugian. Mereka yg beriman, beramal dan saling menasihati dlm kebenaran & sabar #hijrah

Saiful Bahri

Fikih Keluarga 01: Ketika Datang Saatnya Memilih

KETIKA DATANG SAATNYA MEMILIH

Saiful Bahri

Menentukan pasangan hidup adalah salah satu periode penting dalam kehidupan. Menikah bukan sekedar memperturutkan hawa nafsu atau menyalurkan kebutuhan biologis, tapi sebuah periode ibadah dalam hidup seseorang yang mesti dirancang dan diniatkan dengan baik. Meski nantinya tidak seideal yang dibayangkan, tapi idealisme itu bisa didekatkan dengan mendekatkan visi antar individu yang terlibat pernikahan. Karena pernikahan yang terjadi tidaklah (hanya) antar dua individu. Tapi menyatukan juga dua keluarga, dua suku/bangsa, dan dua lingkungan yang berbeda. Jodoh yang dicari juga bukan orang yang terbaik, tapi orang yang tepat yang telah disediakan oleh Allah.

Meski jodoh adalah rahasia Allah, kita tetap saja diwajibkan berikhtiar untuk mencarinya. Setelah mendapatkannya kita mesti menyukurinya dengan maksimal dan memaksimalkan peran masing-masing dalam keluarga.

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa seseorang menempuh sebuah periode baru dalam hidupnya dengan menikah.

Pertama, merupakan sunnah Allah yang menjadikan segala sesuatu serba berpasang-pasangan. Firman Allah, (وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ) “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”(QS. Adz-Dzâriyat [51]: 49)

Kedua, menadabburi sekaligus menjadi salah satu tanda kebesaran Allah yang sanggup menyatukan dua orang dengan banyak perbedaan; jenis kelamin, latar belakang, kecenderungan dan kebiasaan serta yang lainnya. Hanya Allah lah yang sanggup menyatukannya. (baca QS. Ar-Rum [30]: 21)

Ketiga, menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Diriwayatkan dalam hadis dari Anas bin Malik ra., bahwa ada tiga orang sahabat mendatangi rumah Rasulullah SAW bermaksud menanyakan ibadah beliau kepada para istri Nabi SAW. Mereka merasa belum seberapa dibanding Rasulullah yang telah diampuni dosanya. Maka orang pertama berkata, “Aku akan shalat semalaman selamanya”, orang kedua berkata, “Aku akan puasa sepanjang waktu (setiap hari)”, orang ketiga berkata, “Aku akan menjauhi perempuan dan takkan menikah selamanya”. Kemudian datanglah Rasulullah SAW dan bersabda:

“أنتم الذين قلتم كذا وكذا؟ أما والله إني لأخشاكم لله وأتقاكم له، لكني أصوم وأفطر، وأصلي وأرقد، وأتزوج النساء، فمن رغب عن سنتي فليس مني”.

Apakah kalian yang mengatakan ini dan itu? Adapun aku –demi Allah- adalah orang yang paling takut Allah di antara kalian dan orang paling bertakwa, tapi aku puasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, dan aku menikahi perempuan. Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku bukanlah termasuk golonganku” (HR. Bukhari Muslim)

Meskipun nantinya hukum pernikahan akan berbeda antara seseorang dengan lainnya (bisa wajib atau sunnah, makruh atau bahkan haram; tergantung kondisi masing-masing) tetapi secara umum menikah adalah anjuran dan sunnah Rasulullah SAW.

Keempat, menjaga mata dan kehormatan. Dengan menikah, seseorang selaiknya lebih mudah menjaga kehormatannya. Menikah adalah satu-satunya penyaluran gharizah biologis yang aman, bermartabat dan bahkan bernilai ibadah. Dengan itu seseorang akan terbantu menjaga mata. Karena mata adalah pintu masuk syetan. Dan siapa saja yang sanggup dengan baik menjaga matanya, niscaya terbantu menjaga kemaluannya. Maka ia tak perlu meliarkan mata dan keinginannya. Karena ia telah mencukupkan karunia yang diberikan Allah padanya melalui pasangan hidupnya.

Perbedaan fisik antar pernikahan dan perzinahan sangatlah tipis. Saat terjadi prosesi akad nikah yang beberapa detik saja, mengubah status hubungan dua orang manusia berbeda jenis kelamin menjadi pasangan sah. Karena agama Islam sangat menghargai kata-kata. Maka lafazh “ijab qabul” yang diucapkan memiliki efek dahsyat.

Sementara perzinahan yang dalam sebagian prakteknya juga terjadi akad, tapi sifatnya sangat parsial, bersifat kebendaan dan hanya menjadi kebersamaan “sesaat”. Setelah terjadi pemuasan nafsu, masing-masing hidup sebagai individu yang seolah tak saling kenal. Kalau pun kemudian mereka hidup seatap tanpa legalitas maka suatu saat akan berakhir dengan kaburnya makna tanggungjawab. Jika alasan cinta yang dikedepankan, sampai kapan cinta sanggup bertahan jika tak diiringi oleh tanggungjawab?

Kelima, memiliki keturunan. Salah satu tujuan menikah adalah untuk memperoleh keturunan dengan cara yang baik dan bertanggungjawab. Memiliki keturunan yang dimaksudkan tidaklah untuk dibanggakan tapi untuk meneruskan estafet dakwah dan kebaikan. Meskipun nantinya jumlah umat Islam yang banyak –tetap- akan dibanggakan oleh Nabi Muhammad SAW di hari kiamat.

Namun, dewasa ini, ada tren memiliki anak tanpa didahului oleh pernikahan. Karena pernikahan hanya dianggap sebagai formalitas yang melegalkan hubungan laki-laki dan perempuan. Padahal pernikahan lebih bermakna dari itu. Pernikahan adalah ibadah, tanggung jawab sekaligus perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari kemungkinan-kemungkinan terjadinya (potensi) kezhaliman yang (akan) menimpa mereka, disebabkan oleh sikap kurang bertanggungjawab.

Keenam, untuk merekayasa kebaikan. Sebagai salah satu unsur terkecil dalam masyarakat untuk menyemai kebaikan sekaligus merekayasanya. Karena jika kebaikan tak direkayasa maka keburukan akan menempati dan merekayasa. Dan wilayah yang paling memungkinkan untuk melakukannya adalah keluarga. Jika seorang laki-laki baik menikahi perempuan yang dicintainya ia akan memuliakannya kemudian keduanya membangun kebaikan dari dalam rumah mereka. Jika seorang laki-laki bertakwa menikahi perempuan yang belum dicintainya, ia akan berusaha mencintainya. Jika ia berhasil mencintainya maka dilanjutkan proses kebaikan dalam rumah tangga. Jika ia tak berhasil mencintainya ia takkan menzhaliminya. Jika mereka meneruskan biduk rumah tangga maka target minimal bisa dipertahankan. Jika mereka memilih berpisah, maka perpisahan yang dipilih pun perpisahan yang ma’ruf jauh dari hiruk pikuk media dan kegaduhan sosial. Jika ada satu, dua, tiga keluarga yang baik dan harmonis, menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi individu-individu yang ada di dalamnya maka dengan sendirinya membentuk masyarakat yang sehat dan baik.