Kedahsyatan Istighfar

KEDAHSYATAN ISTIGHFAR: Menyelami Skenario Allah

Saiful Bahri

Boleh percaya, boleh juga tidak. Kadang ada saja keinginan kita yang sangat misterius, jawaban itu baru ditemui setelah Allah membuka tabir takdir-Nya di kemudian hari. Sangat menakjubkan sekaligus membuktikan kebesaran dan kekuatan keinginan Allah di atas segala kehendak yang serba terbatas.

Imam Ahmad bin Hanbal, salah satu dari imam empat madzhab yang terkenal mengalaminya sendiri. Suatu malam, tiba-tiba saja beliau punya keinginan yang kuat untuk beri’tikaf. Larutnya malam seolah ditundukkan oleh kuatkan keinginan tersebut. Akhirnya, Sang Imam mencari sebuah masjid untuk dijadikan tempat i’tikafnya. Sayangnya, penjaga masjid tersebut menolak untuk mengizinkan Sang Imam yang ingin beri’tikaf. Alasan yang sangat masuk akal. Selain karena bukan di bulan Ramadan, i’tikaf di malam hari memang tidak biasanya dilakukan seseorang, malam pun sudah beranjak larut. Di samping itu, nampaknya sang penjaga masjid tersebut tidak mengenal Sang Imam.

Sang imam bersikeras dengan keinginannya, sang penjaga pun bersikukuh dengan kata “tidak”nya untuk i’tikaf malam itu. Imam Ahmad pun meminta diizinkan untuk beri’tikaf meskipun dengan cara berdiri saja. Berdiri di teras masjid. Keinginan “aneh” Imam Ahmad ini akhirnya dikabulkan sang penjaga. Jadilah malam itu Imam Ahmad beri’tikaf meski hanya dengan berdiri.

Tak lama berselang lewatlah seorang lelaki di depan masjid. Ia nampak keheranan melihat seseorang berdiri malam-malam di teras masjid. Maka, ia pun menghampirinya.

Wahai saudaraku, jika berkenan ikutlah aku. Sebaiknya engkau tidur saja malam ini di rumahku!” ajak sang lelaki tersebut.

Imam Ahmad pun tidak banyak bicara, beliau segera mengikuti langkah lelaki tersebut menuju rumahnya dan bermalam di sana.

Keesokan harinya, Imam Ahmad menghampiri lelaki tersebut yang ternyata berprofesi sebagai seorang penjual roti. Imam Ahmad mendekat sambil memperhatikan dengan seksama lelaki tersebut yang sedang mengaduk adonan sambil menggumamkan sesuatu. Imam Ahmad menajamkan pendengarannya.

Astaghfirullâhal’azhîmAstaghfirullâhal’azhîm…”

Lelaki tersebut ternyata membaca istighfar sambil memutar adonan tepung rotinya. Imam Ahmad mendekat dan bertanya kepadanya, “Apa yang engkau dapatkan selama ini dengan bekerja seperti ini?

Raut muka Imam Ahmad menunggu jawabannya

Wahai saudaraku, selama ini aku selalu beristighfar ketika aku bekerja. Dan Allah juga selalu mengabulkan setiap permintaanku, kecuali satu saja…

Imam Ahmad memotong penjelasan lelaki tersebut, “Apakah itu?

Aku ingin sekali bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal, tapi aku belum pernah bertemu dengannya hingga saat ini

Imam Ahmad terkejut mendengar tutur lelaki tersebut. Ia baru sadar keinginan misteriusnya tadi malam. Allah menyingkap hijab takdir-Nya. Allah lah yang menghendakinya turun larut malam untuk beri’tikaf. Allah lah yang menitahkan sang penjaga masjid untuk tidak mengizinkannya beri’tikaf di dalam masjid. Allah pula yang meringankan hatinya untuk memenuhi undangan bermalam dari seorang laki-laki baik yang baru saja dikenal beliau.

Masih belum percaya kedahsyatan istighfar?

Mari renungi bersama, “Maka aku katakan kepada mereka: beristighfarlah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat kepadamu, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” (QS. 71: 10-13)

Istanbul, 17.09.2012

Oleh-oleh dari seorang teman yg baru pulang umroh

2 thoughts on “Kedahsyatan Istighfar

  1. Anonim mengatakan:

    … bagus ust, mencerahkan, jzklh

  2. Fariz mengatakan:

    Jazakumullahu khayran katsiran Ustad.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s