Khutbah Idul Adha 1433 H

KEKUATAN SPIRIT

DOA INSPIRATIF NABI IBRAHIM

Dr. H. Saiful Bahri, MA.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر (9 مرات) . الله أكبر كبيراً والحمد لله كثيراً. وسبحان الله بكرةً وأصيلاً. لا إله إلاّ الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد. الحمد لله الذي فرض علينا الحجّ والعمرة لمن استطاع إليه سبيلاً. أشهد أن لا إله إلاّ الله وحده، صَدَقَ وعْدَه ونصَر عبْدَه وأعزّ جُنْدَه وهزَم اْلأحْزَابَ وحدَه، وأشهد أنّ محمداً عبده ورسوله لا نبي بعد، فصلوات الله وسلامُه على هذا النبي الكريم وعلى آله وأصحابه أجمعين. أمّا بعد، فيا عباد الله أوصي نفسي وإياكم بتقوى الله، إنه من يتق ويصبر فإن الله لا يضيع أجر المحسنين. يقول المولى عز وجل: ﴿ وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ ﴾ (إبراهيم: 35). طِبْتُمْ وطابَ ممْشَاكُمْ وتَبَوّأتمْ مِن الجنّة منزلاً .

Allahu Akbar x 3, walillahil hamd
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.
Segala puji dan syukur kita kumandangkan di tempat ini. Menandai kemenangan yang dikaruniakan Allah Swt. Kemenangan yang laik untuk dirayakan meski mungkin bagi sebagian orang tak merasakan spirit ini karena merasa jauh dari pusat perayaan, di sekitar Masjidil Haram.
Meski jauh dari sana, umat Islam di mana pun berada tetap disunnahkan (muakkad) untuk melakukan shalat Idul Adha. Bahkan sehari sebelumnya, ketika sekitar dua juta kaum muslimin berkumpul di Padang Arafah, kita disunnahkan puasa yang dijanjikan pahalanya adalah tebusan dan ampunan dari dosa-dosa kita setahun lamanya. Amal-amal baik di awal bulan ini bahkan tiada yang sanggup menandinginya, selain seseorang yang keluar dari rumahnya membawa harta dan jiwanya, berniat jihad fi sabilillah dan ia tidak kembali.
Idul Fitri yang telah lewat Allah dahului dengan mewajibkan puasa untuk membiasakan penyucian diri dan pendidikan mental mukmin agar bertaqwa. Selain untuk menjadi cara pembiasaan bersolidaritas bagi mereka yang kekurangan dalam hidupnya, saat itu juga Allah wajibkan zakat fitrah. Agar tak lagi ada orang meminta-minta di hari bahagia, Idul Fitri.
Kini, saat kita menunaikan dan merayakan Idul Adha, sebelumnya didahului dengan sunnah puasa dan amal shalih lainnya. Allah pun sunnahkan ibadah menyembelih hewan kurban. Sebuah perintah untuk menyentuh dimensi sosial dan menyemai kepekaan terhadap masyarakat sekeliling kita.

Allahu Akbar x 3, walillahil hamd
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.
Spirit pengorbanan ini dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as. dari sejak pengorbanan kesabaran menghadapi kaumnya dan bapaknya yang lebih suka mendukung rezim yang zhalim, hingga sabar menanti sang buah hati berpuluh-puluh tahun lamanya, sampai harus dihadapkan pada sebuah cobaan berat meninggalkan istri dan anaknya di tempat yang tiada kehidupan di sana. Pun saat ia menemuinya kembali setelah lebih sewindu Allah kembali mengujinya dengan perintah menyembelih anak kesayangannya.
Itulah mengapa Allah kemudian menyematkan cinta-Nya pada beliau dengan menjulukinya “Khalilullah” (kekasih Allah), gelar yang tak semua orang bahkan nabi-nabi-Nya sekalipun mendapatkannya. Allah juga jadikan keturunan-keturunannya banyak yang diangkat menjadi nabi dan rasul. Diberkahi dan dicintai alam semesta.
Spirit pengorbanan ini terangkum dalam doa-doa inspiratif beliau di Surat Ibrahim, Surat al-Baqarah dan asy-Syu’arâ.
1. Doa permohonan keamanan dan proteksi dari gangguan berhala
( وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ )
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta keturunanku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim [14]: 35)
Ini adalah doa yang menginspirasi kita untuk selalu berdoa di setiap kita menapak kaki, agar diamankan Allah swt. Aman untuk beribadah, menebar kebaikan, mendakwahkan kebaikan, meyakinkan orang-orang bahwa misi yang kita emban adalah misi keamanan, karena “mu’min” akar katanya “aman”, maka selaiknya seorang mukmin menjadi sumber keamanan, kenyamanan dan ketenangan. Doa ini seharusnya kita baca saat kita bekerja, di ruang kerja kita. Saat mengantar anak atau keluarga kita ke manapun; ke sekolah dan tempat-tempat lain agar Allah amankan mereka semua.
Poin kedua dalam doa ini adalah beliau berdoa agar dijauhkan dari menyembah berhala. Barangkali sebagian kita mengira bahwa berhala zaman Nabi Ibrahim sudah kadaluwarsa dan tak lagi ada wujudnya. Namun kenyataannya, di zaman kita hidup ada berjuta berhala bermunculan. Adakalanya berhala modern itu bernama popularitas, jabatan, karir, status sosial, media masa, materi/uang dan lain sebagainya. Maka spirit Nabi Ibrahim adalah untuk menjauhkan dirinya dan keturunannya dari terperdaya dan terperangkap dari wujud kasad berhala yang disembah kaumnya juga dari berhala-berhala lain yang menyesatkan sebagian besar manusia, sebagaimana yang beliau tuturkan di ayat berikutnya.
2. Doa totalitas kepasrahan, permohonan cinta dan rizki yang bermuara rasa syukur yang berkelanjutan
(رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ)
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman, di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim [14]: 37)
Poin pertama, beliau mengajarkan totalitas kepasrahan pada Allah saat meninggalkan istri dan anaknya tanpa siapa-siapa di sekitarnya. Totalitas tawakkal setelah mendahuluinya dengan ikhtiar yang maksimal. Maka sebagai hasilnya putra-putra beliau yang berjumlah dua belas sebagaimana tutur sebuah riwayat (Ibnu Katsir: Qashash al-Anbiya’) hampir semuanya tersebar ke beberapa penjuru dunia beliau wakafkan sebagai dai-dai penebar kebaikan bagi manusia.
Poin kedua, beliau meminta Allah agar anak-anaknya dijaga konsistensinya dalam menjalankan shalat. Karena shalat ini sebagai usaha pendekatan, kepasrahan, penghambaan, kepada Dzat yang serba maha. Maka permintaan beliau, “maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka” tidaklah berlebihan. Dari tanpa siapa-siapa, sekarang justru siapa yang tak menginginkan menziarahi Ismail, makam Ibrahim dan mengingat momen-momen Ibunda Hajar berkeliling tujuh kali naik turun Bukit Shafa dan Marwa. Dan bukan sekedar kunjungan biasa, tapi semuanya dirangkai dalam sebuah ibadah yang diganjar Allah dengan surga. Ibadah haji dan umroh.
Poin ketiga, “dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” Jika cinta sudah digenggam, jika muara dan sumbernya didekati dan didapatkan maka tiada lagi yang dikhawatirkan. Rahasia doa Nabi Ibrahim meminta buah-buahan, adalah simbol dan ikon kemakmuran. Setelah aman, terproteksi dari berbagai gangguan, maka bentuk kepasrahan menghasilkan kemakmuran materi berupa pemberian Allah yang melimpah serta kesejahteraan jiwa yang tiada terukur. Sehingga apapun karunia Allah yang diberikan tetap dan akan selalu bermakna. Itulah realisasi permohonan beliau, “mudah-mudahan mereka –selalu– bersyukur
3. Doa pengakuan dan pendidikan murâqabatulLâh
(رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ ۗ وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِن شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاء)
Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tiada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.” (QS. Ibrahim [14]: 38)
Muraqabatullah, pendidikan self control dan konsentrasi tinggi yang akan menjaga kualitas hidup agar tetap berada dalam kelasnya. Bertahan dalam kualitas dan prestasi, meski ketika berada dalam keadaan down sekalipun.
Pendidikan muraqabatullah (pengawasan Allah ini) perlu sejak dini ditanamkan dan terus berusaha dilakukan agar mampu meminimalisir kecondongan hawa nafsu yang selalu membisikkan untuk keluar dari orbit kebaikan. Selain itu pendidikan ini dimaksudkan untuk menghindarkan seseorang dari berkepribadian ganda (split personality). Tampak baik di depan orang banyak tapi pada hakikatnya berhati jahat dan berjiwa busuk. Maka dengan sendirinya ini adalah penangkal kemunafikan yang sangat cepat menular dan selalu akan bertahan sebagai salah satu penyakit kejiwaan akut yang menggerogoti amal, semangat dan fondasi-fondasi kebaikan.
4. Doa menjaga kestabilan cita-cita dan pembiasaan-pembiasaan merawat cinta sepanjang hidup.
(رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ)
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim [14]: 40)
Dengan rangkaian dua doa di atas Nabi Ibrahim kembali menegaskan urgensi menjaga kualitas shalat demi melanjutkan dan merawat cinta yang telah dianugerahkan oleh Allah. Dan shalat adalah ibadah yang tiada keringanan untuk ditinggalkan dalam keadaan apapun dan bagaimanapun serta di manapun. Juga terus menerus tanpa terputus. Karena patokan waktunya adalah matahari. Tak ada satupun di belahan bumi ini yang tak dilewati matahari, meski tertutup awan dan salju, walau di tengah belantara sekalipun. Maka akan selalu ada orang yang mengumandangkan “Allahu’akbar”. Saat panggilan shalat datang, saat memulai shalat, ketika terjadi perpindahan gerakan, bahkan setelah selesai shalat. Seseorang minimalnya dengan rangkaian shalat wajib ini menggumamkan kata “Allahu’akbar” sebanyak 250 kali sehari semalam. Maka sudah selaiknya jumlah frekuensi ini menggerakkan seseorang untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap aktivitasnya.
Sehingga saat terjadi closing, “Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku”. Kita tidak terlalu malu untuk mengajukan permohonan kepada Allah juga sekaligus yakin bahwa doa kita adalah permohonan yang kemungkinan besar dikabulkan oleh Allah.
5. Doa mentiapkan kecerdasan merancang, membidik dan mengharap kebaikan masa depan keabadian yang serba ghaib bagi siapapun
(رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ)
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua orangtuaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim [14]: 41)
Orang tua, guru dan orang-orang yang berada dalam group value adalah unsur-unsur penting yang terlibat dalam membangun peradaban, merekayasa dan membiasakan kebaikan. Mereka juga sangat layak untuk menjadi pendamping dalam komunitas saat nantinya kita mengharapkan diberi fasilitas kenikmatan unlimited dari Allah. Yaitu berupa surga setelah semua dosa-dosa dan kesalahan kita diputihkan dan diampuni oleh Allah
6. Doa keberlangsungan dan estafet kebaikan yang berkesinambungan dari masa ke masa. Karena kebaikan dan keluasan Islam itu antar generasi, antar waktu, lintas geografis dan terjadinya proses yang terus berlanjut.
(رَبَّنا تَقَبَّلْ مِنّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ. رَبَّنا وَاجْعَلْنا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنا مَناسِكَنا وَتُبْ عَلَيْنا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوّابُ الرَّحِيمُ)
Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah [2]: 127 – 128)
Cita-cita penyebaran kebaikan tidaklah diukur dengan umur seseorang. Tapi kebaikan itu harus dipertahankan dengan kaderisasi dan estafet perjuangan. Pembinaan generasi sangatlah urgen. Setelah itu maka pembekalan generasi dilanjutkan dengan memohon petunjuk dan arahan Allah. Serta jika terjadi kesalahan dalam proses, kita wajib dan terus menerus beristighfar dan memohon ampunan-Nya.
7. Doa pamungkas, prestasi dan kemanfaatan dunia akhirat.

(رَبِّ هَبْ لى حُكْماً وَأَلْحِقْنى‏ بِالصَّالِحينَ. وَاجْعَلْ لى‏ لِسانَ صِدْقٍ فى‏ الآخِرينَ. وَاجْعَلْنى‏ مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعيمِ. وَاغْفِرْ لأَبى‏ إِنَّهُ كانَ مِنَ الضَّالّينَ . وَلا تُخْزِنى يَومَ يُبْعَثُونَ)
Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 83– 87)
Ahli hikmah, ahli kebaikan, adalah mimpi setiap orang. Jika itu tercapai maka makin berpeluang untuk memperbesar kemanfaatan dinikmati oleh sebesar-besar masyarakat sekitarnya. Setelahnya selain ia akan dikenang sebagai orang baik, maka ia akan didoakan, terus didoakan dan diharapkan kebaikan-kebaikannya tetap diteruskan. Saat yang sama Allah membalasnya sebagai pewaris surga-Nya serta terhindar dari kehinaan yang nyata di hari yang nantinya tanpa ada penutup karena Allah akan buka hijab-hijab-Nya.

Allahu Akbar x 3, walillahil hamd
Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.
Marilah kita teruskan spirit kebaikan doa-doa Nabi Ibrahim. Semoga Allah jadikan kita sebagai ahli hikmah, ahli kebaikan, menjadi penerus kebaikan, dan pewaris surga-Nya. Serta nantinya dikumpulkan dengan orang-orang shalih dan para kekasih-Nya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللهم صل علي سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم .اللهمّ اغفر لجميع المسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات. اللهمّ ارزقنا حجّ بيتك المحرم وزيارة نبيك الكريم وأَوْرِدْنا حوضه في الجنة. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العالمين . تقبل الله منا ومنكم وكل عام وأنتم بخير وإلى الله أقرب وعلى طاعته أدوم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, 10 Dzulhijjah 1433 H
26 Oktober 2012M