Perempuan-Perempuan Tangguh

PEREMPUAN-PEREMPUAN TANGGUH

Sudah menjadi kebiasaan seorang raja zhalim untuk senantiasa memaksakan kehendak terhadap siapapun, terutama rakyat-rakyatnya yang lemah dan tak berdaya. Fi`aun adalah salah satu sampel dari kezhaliman tersebut. Jika ia menginginkan sesuatu maka para prajuritnya mesti segera menghadirkannya dengan cepat.
Konon Fir`aun bermaksud mempersunting seorang perempuan cantik. Asiyah, seorang perempuan yang tak mau mengakui pengultusan Fir`aun sebagai Tuhan bagi masyarakatnya. Namun, bila ia menolak keinginan Fir`aun yang meminangnya, akibat buruk akan menimpa keluarganya, terutama ibunya yang sangat ia kasihi. Dengan berat hati ia pun menerima lamaran itu. Dan Fir`aun pun tak tahu bahwa calon istrinya adalah seorang yang tak sudi menuhankan dan memujanya sebagai sesembahan yang teramat sakral bagi rakyat Mesir. Perempuan tersebut adalah seorang yang hanif yang nantinya akan bergabung dengan gerbong dakwah Islam yang mengesakan Allah sebagai Tuhan. “Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata:”Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim” (QS. At Tahrim: 11)
Doa Asiyah dikabulkan Allah. Fir`aun pun tak pernah berhasil `menyentuhnya`. Dan ketika Fir`aun sampai pada puncak penasarannya, tatkala Asiyah berada dalam segala kecemasannya, pertolongan Allah pun datang. Allah mengutus malaikatnya dititahkan untuk menyamar, serupa dengan isteri Fir`aun tersebut, Asiyah. Selamatlah ia dari Fir`aun. Kemudian ia pun menjadi istri kesayangan Fir`aun di antara sekian istri Fir`aun yang ada. Jadilah ia sebagai inspirasi penentu keputusan Fir`aun dalam beberapa kesempatan penting. Banyak hunafâ` (orang-orang yang hanif) bani `israil yang diselamatkan berkat usulan istri Fir`aun ini. Bahkan keputusan mengasuh Musa kecil juga datang dari inisiatif Asiyah dan Allah pun membantunya dengan menurunkan rasa cinta kepada Musa di hati Fir`aun.
Bagi Asiyah hidup dalam lingkungan musuh Allah tidaklah menjadi penghalang untuk menjadi seorang perempuan yang baik dan pejuang dakwah yang gigih. Ia pun berabung dalam barisan dakwah Nabi Musa as. Dan pada saatnya tiba, ia pun harus berhadapan dengan Fir`aun yang berstatus sebagai suaminya. Fir`aun pun marah besar begitu mengetahui sepak terjang istri yang selama ini dicintai dan dimanjakan keinginannya.
Asiyah pun tak luput dari kezhaliman Fir`aun, beliau akhirnya menutup riwayat hidupnya dalam siksaan keji Fi`raun. Seorang syahidah sejati yang mengabdikan diri dalam dakwah, bertahun-tahun hidup dalam tekanan suaminya. Dan Allah pun mengabulkan permintaannya. Sebuah rumah di syurga-Nya.
*****
Pada masa Kaisar Adreanus memerintah Romawi, wilayah Philadelphia (Syam) dipimpin oleh seorang gubernur bernama Dyaklitiyanus. Diktator, bengis dan kejam adalah pernik-pernik pemerintahan Romawi kala itu. Sehingga penerus dakwah Nabi Isa as sangat kesulitan untuk menyebarkan ajaran yang dibawa rasul Allah tersebut. Namun kesulitan jalan dakwah ini bukan berarti matinya dakwah. Justru ujian Allah memperjelas status para dai di jalan-Nya. Kuat dan tsabat, ataukah munafik dan mengejar kepentingan dan kemaslahatan pribadi saja. Sesungguhnya inilah kemenangan para dai meskipun mereka dikejar-kejar seperti segerombolan penjahat. Setiap rumah yang tak ada berhalanya, para penghuninya dicurigai sebagai orang yang membangkang terhadap dewa-dewa pujaan Kekaisaran Romawi. Kondisi kaum muslimin saat itu benar-benar sangat sulit dan memprihatinkan.
Namun, istri Gubernur Philadelphia adalah seorang muslimah yang bergabung dalam kafilah dakwah Nabi Isa as yang dibawa para hawariyyin.
Bertahun-tahun istri Diyaklitiyanus menyembunyikan keimanannya. Hingga suatu ketika ia tak tahan. Dengan bantuan seorang penjaga tempat penyembahan berhala, ia memasuki ruangan tersebut. Tanpa ampun berhala-berhala tersebut dihancurkannya. Sayangnya saat itu keributan kecil ini tercium oleh Diyaklitiyanus sehingga bergegas ia menyaksikan istrinya telah memporak-porandakan perwujudan sembahannya Apolon, Jupiter dan yang lainnya. Sang istri pun dibakarnya hidup-hidup tanpa ampun.
Dakwah bisa menembus kokohnya benteng kerajaan. Putri permaisuri yang syahidah tersebut juga salah seorang yang tak mau menyembah berhala dan menyediakan kurban untuk mereka. Ia bersama para hunafâ` yang lain akhirnya menemukan Islam lewat penerus dakwah Nabi Isa as. Sang putri ini akhirnya menjadi seorang muslimah yang mengesakan Allah dan kemudian menjadi penerus estafet dakwah ibunya. Bahkan sebagian dari perwira kerajaan dan penasehat gubernur juga orang-orang yang mengesakan Allah, sebagaimana putri kesayangannya.
Istri Diyaklitiyanus, juga Istri Fir`aun merupakan potret ketangguhan seorang mukminah yang percaya akan janji Tuhannya. Kemenangan iman. “Iman yang ditanamkan di dada dalam kesunyian rumah, tiada keraguan –pasti- suatu saat akan digetarkan dan dikumandangkan oleh para penduduk dunia dimana-mana.”
*****
Seorang perempuan bangsawan. Mengalir dalam dirinya darah keturunan yahudi. Ayahnya Huyay bin Akhthab seorang pemimpin yahudi yang terpandang, mempunyai koneksi yang kuat dengan beberapa pimpinan kabilah-kabilah yang ada di semenjanjung Arab. Suaminya, Kinanah bin Rabi`, Raja Khaibar yang kaya raya. Dan Khaibar terkenal sebagai benteng yahudi terakhir yang kuat dengan segala kekayaan yang sangat melimpah ruah. Kekalahan-kekalahan yang menimpa bangsa yahudi di tangan pasukan kaum muslimin setidaknya membuatnya merenung, benarkah ia dan kaumnya memperjuangkan sesuatu yang haq, kebenaran? Kegelisahan ini berlanjut dengan mimpi-mimpi aneh. Jika mereka dalam kebenaran, mengapa Tuhan tidak segera menolong mereka dan mengalahkan pasukan Muhammad.
Atau jangan-jangan yang terjadi justru sebaliknya. Muhammad lah yang sesungguhnya berada dalam kebenaran. Berarti ia dan kaumnya tersesat dalam jalan yang salah.
Kegelisahan demi kegelisahan menyesaki dadanya. Pada puncaknya adalah rencana penyerangan Muhammad dengan bala tentaranya ke benteng Khaibar. Para pembesar yahudi meskipun mereka memiliki kekuatan yang besar dengan kekayaan yang banyak namun tetap saja tercekam dalam ketakutan. Ada sejarah pahit bani quraizhah dan bani qainuqa` yang mencekam dan mengerikan dalam benak masing-masing di antara mereka.
Singkat cerita, pertempuran sengit pun tak dapat dihindari. Perang telah berkecamuk dengan dahsyatnya. Menurut perkiraan bangsa Arab dan kabilah-kabilah ternama, Khaibarlah yang akan keluar sebagai pemenang. Melihat kebesaran namanya dan kekayaan yang mereka miliki. Mereka juga didukung Bani Ghathafan, Yahudi Fadak, Yahudi Bani Wadi al-Qura dan Yahudi Tsaima`. Namun Allah membalikkan perkiraan mereka. Kali ini kemenangan berada di pihak Nabi Muhammad beserta para sahabatnya. Khaibar takluk setelah benteng terakhirnya yang kuat jebol. Dan karena mereka bangsa yahudi sangat takut terhadap kematian. Sementara para sahabat Rasululah saw adalah orang-orang yang mencari kematian sebagai pintu menuju keabadian hidup dalam naungan rahmat Allah.
Shafiah binti Huyay, terkesima. Betapa ia sebenarnya sangat membenci pertumpahan darah dan pertikaian. Kali ini ia benar-benar kehilangan segala-galanya. Huyay bin Akhthab, ayahnya tewas mengenaskan. Kinanah bin Rabi`, suaminya juga mengalami nasib yang tak jauh berbeda dengan ayahnya. Mati di tangan pasukan Muhammad.
Ia pun bimbang menentukan sikapnya. Haruskan ia sedih karena kehilangan orang-orang yang dicintainya. Ataukah ia gembira dengan jelasnya keraguan selama ini. Berarti Muhammad lah yang berada dalam barisan kebenaran.
Kebimbangan ini pun diselingi pilihan dari Rasulullah saw. Ia di bebaskan memilih tetap menjadi seorang penganut yahudi, Rasul tak akan memaksanya. Atau bersedia masuk agama Rasulullah saw.
Para tawanan yang lain, para perempuan-perempuan yang lain pun terkejut dan kaget dengan pilihan Shafiyah. Ia memilih jalan Muhammad saw. Ia memilih menjadi seorang muslimah. Dan bahkan, akhirnya beliau menjadi salah seorang ummul mukminin; istri Rasulullah saw.
Banyak pihak yang meragukan keislaman beliau bahkan sampai sebagian keluarga Rasulullah pun ada yang meragukannya. Jangan-jangan ia berpura-pura belaka untuk mencari kesempatan membalas dendam atas kematian ayah dan suaminya serta para keluarganya.
Hal tersebut yang membuatnya cukup bersedih. Bahkan para ummul mukminin juga sempat mencurigainya. Dan kegundahan ini pun dikeluhkannya kepada Rasulullah saw tersedu dalam isakan tangis dan luka. Dengan arif beliau menghibur. “Katakan saja pada mereka: Bagaimana kalian merasa lebih baik dariku? Suamiku Muhammad, Bapakku Harun dan Pamanku Musa!” Dan isak itupun terhenti oleh kedamaian. Beliau telah menjadi seorang muslimah sejati dan bergabung dalam perjuangan dakwah Rasulullah saw.
Seorang perempuan keturunan yahudi. Yahudi, bangsa yang lebih keras permusuhannya terhadap Islam melebihi kerasnya permusuhan Quraisy dan kabilah Arab lainnya. Akhirnya berbalik arah. Kali ini justru berjuang membela Islam.
Beliau adalah muslimah yang tangguh yang sanggup mengubur luapan dendam yang sempat membara didadanya. Terkubur dengan kedamaian saat beliau menemukan kemuliaan Islam bersama suaminya yang baru. Yang jauh lebih baik dari Kinanah. Bahkan yang terbaik dari yang pernah ada di bumi ini.
*****
Negeri Saba` memiliki sebuah kerajaan bernama Sabaiyah, ibukotanya di Ma`rib. Letaknya di dekat Shan`a, ibukota Yaman sekarang. Sebuah negeri yang subur dan makmur ini dipimpin oleh seorang ratu, Ratu Balqis. Ia bersama kaumnya adalah para pemuja dan penyembah matahari. (QS An Naml: 22-24)
Berita dari pelosok negeri yang jauh ini dibawa salah seorang prajurit Sulaiman as, burung Hud-hud. Hanya seekor burung kecil yang sedang berjalan-jalan sambil bertadabbur.
Nabi Sulaiman, saat mendengar pertama kali tentang negeri yang makmur ini tidaklah terlalu heran atau tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu. Namun ketika burung Hud-hud mengatakan,”Aku mendapati dia dan kaumnya mnyembah matahari, selain Allah; dan syaithan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu meghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk”. (QS An Naml: 24) hati Sulaiman tergerak sebagai wujud tanggung jawab seorang pembawa risalah. Yaitu untuk menyelamatkan manusia dari perbudakan. Baik dengan antar sesama manusia atau yang lebih rendah dari itu, benda-benda yang tak mendatangkan manfaat ataupun bencana.
Risalah Nabi Sulaiman adalah risalah menawarkan Islam kepada penduduk kerajaan Saba`, tentunya dimulai dari pemimpin mereka, Ratu Balqis. Ajakan ini ditanggapi oleh para pembesar kerajaan sebagai interfensi negeri mereka. Mereka pun berpendapat sebaiknya memerangi Sulaiman. Namun, dengan kecerdasannya sang ratu dapat meyakinkan bahwa peperangan sama sekali tidak mendatangkan keuntungan, baik bagi yang menang terlebih bagi yang kalah. Akhirnya ia bermaksud menguji kebenaran risalah dan seruan Nabi Sulaiman. Dan terbuktilah bahwa seruan Nabi Sulaiman sungguh-sungguh, bukan karena ingin menguasai negeri mereka atau tergiur dengan kekayaan alamnya.
Hidayah Allah pun berpihak kepada ratu Balqis dan sebagian kaumnya. Dengan segala ketulusan dan keinsafan Ratu kaum Saba` tersebut mengatakan, “…Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zhalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”. (QS An Naml:44)
Kebesaran namanya tak membuatnya menutup hati nuraninya. Kecerdasannya tak membuat gengsinya mesti diletakkan di atas segala-galanya. Status sosialnya yang tinggi tak lantas menyebabkanya angkuh dan sombong di depan kebesaran Allah. Ratu Balqis yang tumbuh dan dewasa dalam lingkungan yang menyekutukan Allah, mampu –dengan hidayah Allah- bergabung dalam kafilah dakwah Nabi Sulaiman as.
*****
Jika saja mereka, Asiyah, istri Fir`aun kemudian istri Dyaklitianus, Shafiyah binti Huyay serta Ratu Balqis mampu bergabung dalam kafilah dakwah, maka muslimah sekarang generasi sahabiyah Rasulullah saw semestinya mampu berbuat yang lebih dari itu. Karena mereka tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan yang memusuhi dan memerangi Allah serta hamba-hamba-Nya. Sementara sebagian besar kita, dibesarkan dan diasuh dalam keluarga yang relatif lebih aman,lebih hanif serta lebih terhindar dari lingkungan yang memusuhi dan memerangi Allah serta hamba-hamba-Nya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati” (QS Ali Imran: 13)
Sedang kita sebagai orang-orang yang beriman sudah semestinya memiliki mata hati yang tajam.

Saiful Bahri
Jakarta, 14 Februari 2002

About these ads

2 thoughts on “Perempuan-Perempuan Tangguh

  1. saiful bahri mengatakan:

    Alaikumsalam. Setuju banget!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s