Menelisik Sejarah Zionisme

SEJARAH ZIONISME

Bangsa Yahudi adalah bangsa yang sering menjadi musuh bagi siapa saja. Sepanjang sejarah, mereka pun menjadi bangsa “yang terusir”, semenjak mereka enggan memasuki Palestina beberapa abad silam sebelum masehi. Padahal dua orang terbaik mereka mendukung perintah wahyu yang di bawa Nabi Musa as. Namun mereka bersikeras menolak untuk memasuki Palestina. (QS.5: 20-26) Padalah jika mereka lakukan itu, mungkin akan ada cerita lain yang lebih sejuk.

Adapun saat ini, mengapa terkesan seolah bangsa Yahudi “menguasai” dunia. Tulisan berikut tidak dimaksudkan untuk membesar-besarkan mitos ini. Namun bisa kita jadikan titik tolak untuk memahami musuh yang selalu membenci umat Islam. Sehingga kita pun bisa mengatur strategi melawan konspirasi mereka. Ketika kita merasa sedang “kalah”, kita tidak pesimis tanpa tahu mengapa kita bersikap demikian. Ketika kita ingin bangkit dari ketertindasan, kita pun optimis. Namun optimisme dengan kesadaran mengapa kita perlu optimis

Konspirasi Yahudi, secara umum tak bisa dilepaskan dari mazhab dan ideologi NURANIYYIN (The Illuminati) yang berarti “pembawa cahaya”, “mencerahkan dunia”, yang dibesarkan dan dipopulerkan oleh Prof. Adam Weishaupt. Seorang guru besar teologi di Universitas Ingoldstat, Bavaria.

Mereka merekrut tokoh-tokoh terkemuka dunia untuk merealisasikan mazhab mereka; Syetan Menguasai Dunia. Sebuah slogan yang diusung aliran ini. Mazhab ”pencerahan” ini menafikan segala bentuk aturan:

1. Aturan kebangsaan

2. Aturan hukum waris

3. Aturan Kepemilikan pribadi

4. Aturan ikatan suci keluarga

5. Sebagai pengantar untuk membumihanguskan agama dari kehidupan manusia. Karena manusia bebas dengan akalnya, maka tak perlu lagi diberi aturan.

Kemudian dikembangkan bahwa tak ada yang layak memimpin dunia kecuali mereka. Sebuah paham rasisme fanatik. Dab permulaan konspirasi ini muncul dan dikendalikan secara sentral dari Frankfurt (Jerman)

Sebelum kita melihat konspirasi mereka, ada baiknya kita mengetahui bahwa bangsa Yahudi menjadi bangsa terusir dari berbagai negara di Eropa. Karena mereka sering menjadi sumber masalah, selalu menerjang aturan yang dibuat dan berlaku.

Tahun 1253 Yahudi terusir dari Perancis karena mereka selalu menyalahi aturan kerajaan, kemudian mereka mengungsi ke Inggris. Lalu diikuti negara lain, tahun 1306 Prancis mengadakan pembersihan lagi dari Yahudi bekerja sama dengan pemerintah Inggris, Siksonia tahun 1348. Kemudian diikuti Hongaria tahun 1360, Belgia tahun 1370, Slovenia tahun 1380, Austria tahun 1420. dan akhirnya dari Spanyol tahun 1492.

Juga pada tahun 1495 M mereka diusir dari Lituania, tahun 1498 dari Portugal, tahun 1540 dari Italia kemudian tahun 1551 M dari Bavaria.

REVOLUSI INGGRIS (1640-1660 M)

Raja Edward I Raja Inggris Pertama dianggap oleh bangsa Yahudi melakukan kesalahan terbesar mengusir dan menyengsarakan bangsa Yahudi. Sehingga mereka pun terlunta-lunta mencari pengungsian. Kemudian para pemodal dan pengusaha kaya Yahudi yang belum ketahuan identitasnya berkumpul (Mereka tersebar di Perancis, Belanda dan Jerman). Ingin menjadikan Inggris sasaran konspirasi pertama mereka. Sebagai jalan untuk memudahkan eksistensi Bangsa Yahudi berikutnya. Saat itu bangsa Yahudi tersebar dan hidup terasing dari penduduk pribumi di negara-negara yang menjadi pengungsian mereka.

Langkah pertama mereka adalah dengan menimbulkan kekacauan yang timbul dari permusuhan intern antara orang-orang Inggris. Kelompok aristokrat dan kapitalis dengan para buruh. Kemudian membuat jarak antara kerajaan dan gereja.

Setelah itu mereka mengelompokkan orang Inggris menjadi Protestant dan Katolik. Protestant pun terbagi menjadi : Fundamentalis dan Liberal.

Ketika konflik ini muncul ke permukaan para spionase the illuminati rapat di Belanda guna mendukung oposisi Inggris, Oliver Cromuell. Inilah cikal bakal konspirasi munculnya Revolusi Inggris (1640-1660 M). Mereka benar-benar ingin meledakkan dendam mereka terhadap Inggris. Sebagai jalan menguasai dunia.

Tahun 1649 Cromuell menyerbu Irlandia (Bergejolaknya konflik Inggris Irlandia tidaklah bisa dipisahkan dari sejarah revolusi Inggris)

Tahun 1651 Salah seorang perwira Inggris ingin mendongkel Cromuell, namun gagal. Sebagai balasannya ia di hukum mati.

Tahun 1652 Inggris di adu dengan Belanda sehingga terjadi peperangan.

Tahun 1654 Inggris memperluas peperangan dengan sens kolonialismenya

Tahun 1657Cromuell mati dan diganti anaknya. Yang juga tak jauh berbeda dengan bapaknya.

Serta banyak peristiwa yang kemudian menjadi pembuka bagi Revolusi Perancis tahun 1789 M.

Jika kita mengikuti berbagai peristiwa tersebut dari sejak terbunuhnya Charles I (raja Inggris waktu itu) tahun 1649 sampai terbentuknya Bank Inggris tahun 1694, hutang negara membengkak. Sehingga stabilitas negara kacau. Perekonomian morat-marit.

Dalam kurun waktu yang tak lama para pemodal Yahudi yang tersebar di Belanda, Perancis dan Jerman plus para pelaku di Inggris berhasil mengeruk keuntungan dan menguasai perekonomian Inggris dengan angka yang fantastis waktu itu. 1 juta 250 ribu Poudsterling. Sebuah jumlah yang besar saat itu.

Namun keberadaan mereka tetap belum diketahui oleh penduduk pribumi. Sebuah konspirasi rahasia!

REVOLUSI PERANCIS (1789 M)

Inggris bukan tujuan akhir mereka. Hanya sebagai permulaan dan percobaan saja. Setelah berhasil dengan gemilang melaksanakan konspirasi atas Inggris mereka hendak menyerbu Perancis, negara Eropa yang pertama menyusahkan mereka bekerja sama dengan Inggris saat-saat pengusiran Yahudi.

Saat itu mulai dikembangkan wacana bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa terpilih. Sedang orang selain Yahudi adalah budak yang tak layak memimpin dunia. Mereka memulainya dengan hegemoni ekonomi. Ini terlihat dari jalannya perekonomian Inggris. Terutama pasca revolusi.

Langkah pertama mereka, melalui rekrutmen anggota freemasonry. Perekrutan ini tidak tanggung-tanggung melibatkan para tokoh masyarakat dan pemuka kerajaan. Menggunakan senjata “perempuan” dan uang serta dukungan terhadap jabatan; seperti biasanya

Kedua: Dengan menerobos ruang-ruang diplomasi.

Ketiga: Perang terhadap ekonomi kerajaan

Keempat: Memperalat generasi muda. Bagi mereka, akan lebih mudah jika menggunakan pemuda sebagai pelaku revolusi. Terutama pemuda yang akhlaknya berhasil dilucuti dari hati nurani dan perilaku kehidupan mereka.

Kelima: Menimbulkan konflik dan isu revolusi kaum tertindas. Melawan dan mendongkrak borjuisme. Tentunya para buruh dan orang-orang miskin mereja jadikan kendaraan dan mereka peralat demi kepuasan dan kepentingan mereka.

Setelah itu mereka mendongkrak Perancis. Dengan cara yang lebih keras, lebih konspiratif dan dengan sensasi yang dahsyat.

Bauer Roth Schild pada tahun 1773 masih berusia 33 tahun. Milyader yunior keluarga “Roth Schild” Embrator Keuangan Yahudi di Jerman ini mengumpulkan 12 orang pengusaha Yahudi kaya di Eropa. Mereka berkumpul untuk mengevaluasi kelambatan jalannya Revolusi Inggris yang memakan usia mereka selama dua dasa warsa.

Perancis sebagai sasaran berikutnya. revolusi ini dimaksudkan sebagai jalan mengakarnya Freemasonry di jantung Eropa. Dan di kota Ingoldstadt, Bavaria (Jerman), Pusat pengendali Freemasonry mereka merencanakannya dengan matang.

William Gey, seorang Perwira Tinggi Jerman, menceritakan bagaimana mereka merangkul, merekrut dan memasukkan beberapa tokoh penting, terpandang, kaya dan berpengaruh kedalam barisan mereka. Tanpa mereka sadari, sampai mereka terjebak dalam permainan Iblis. Mavia freemasonry.

Sebut saja misalnya, Mirabo, seorang bangsawan yang mempunyai kaitan erat dengan Douq. Yang direncanakan sebagai tunggangan untuk menggolkan Revolusi Perancis.

Mirabo seorang pemuda pemabuk dan tak berbudi baik. Kesempatan ini digunakan oleh “The Illuminati“. Sehingga Mirabo terjebak hutang yang banyak. Mirabo juga terjebak dengan seorang perempuan Yahudi cantik, sehingga hati Mirabo telah benar-benar takluk.

Berikutnya Mirabo dimasukkan ke dalam “The Illuminati“. Tentunya dengan beberapa syarat yang berat dan ketat disertai ancaman bunuh jika terjadi pengkhianatan. Mirabo pun tak mampu mengelak karena ia terlilit berbagai masalah dan hutang.

Tugas Mirabo selanjutnya, membujuk Douq Dur Layyan untuk menjadi pemimpin Revolusi Perancis. Tentu saja mereka berdua tidak diberitahu rencana “The Illmuninati” untuk menjagal raja serta beberapa pembesar kerajaan. Mereka hanya tahu revolusi ini sebagai cara untuk membersihkan politik dan agama dari khurafat dan ototiter penindasan.

Setelah terjadi revolusi tahun 1789 M. Misi utama mereka mulai dilanjutkan yaitu untuk memperkuat jaringan freemasonry.

Lewat Philip Douq Durlayyan Freemasonry Perancis masuk salah satu bagian Freemasonsy Timur Besar yang dikendalikan oleh Prof. Adam Weishaupt. Tahun itu (1789) tak kurang dari 2000 distric di Perancis berhasil dijaring. Beranggota sekitar 100.000 orang.

Seperti biasanya goncangan ekonomi merupakan pintu untuk menggoyang Perancis. Tahun 1780 saja hutang negara sudah membengkak 800.000 Lira (sekarang Frank). Dan embrator keuangan Yahudi “Roth Schild” mengulurkan tangan kehancuran.

Setelah Revolusi Perancis benar-benar “meletus”, maka sasaran berikutnya adalah mengendalikan hegemoni atas kerajaan. Perancis benar-benar dipegang. Segala kebijakan mesti harus mereka kuasai dan kendalikan.

Namun “kerahasiaan” ini tak selamanya benar-benar bisa dipendam dan diredam. Sebut saja penulis biografi Napoleon asal Inggris menyebutkan, bahwa tokoh kunci dan pemain utama dalam revolusi Perancis adalah wajah-wajah asing.

Dan boneka revolusi ini benar-benar mengeksekusi orang-orang penting Perancis. Tahun 1782, di penjara Paris saja tak kurang dari 8000 orang tahanan “dibantai”.

NAPOLEON BONAPARTE

Sosok ini pada tahun 1804 benar-benar telah menjadi seorang Kaisar besar setelah berhasil menusuk jantung-jantung Eropa dan berkuasa di sana.

Beriringan dengan itu, hegemoni keuangan keluarga “Roth Schild” telah benar-benar menguasai ekonomi Perancis, Jerman, Belanda dan Inggris.

Jika kemudian Napoleon menunjuk saudaranya, Jozef sebagai raja di Napoli, Louis menjadi raja Belanda serta Gerum raja Westfalia. Maka Natsan Roth Schild menunjuk empat saudaranya menjadi “raja” keuangan di Eropa. Ketika itu mereka memilih Swiss sebagai tempat “persembunyian” baru mereka. Dengan Jeneva sebagai pusat kendali baru.

Dan Napoleon menjadi boneka baru bagi “Roth Schild”. Salah satu bukti keterkaitan ini, pada tahun 1798, Napoleon mengajak bangsa Yahudi untuk “kembali” ke Palestina, mengambil hak mereka.

Namun, Napoleon hanya sebuah boneka. Sejarah menyebutkan bahwa tahun 1814 ia benar-benar menyerah. Mahkota kerajaan terlepas darinya. Konspirasi Roth Schild menyedotnya dalam kekalahan melawan Jerman. Mereka bertujuan mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, meskipun seorang Napoleon harus dikorbankan.

Di samping faktor Jerman yang mulai bangkit melalui momentum persatuan menjadi federasi yang kuat. Terlebih setelah penguasa Jerman saat itu meminta bantuan kepada Khilafah Ustmaniyah. Maka 200 pakar strategi dikirim khalifah dari Bosnia. Dan Goethe seorang menteri kerajaan saat itu menjadi jembatan yang punya hubungan sangat dekat dengan orang-orang Turki Usmani.

REVOLUSI AMERIKA

Dari beberapa negara Eropa yang mereka kuasai, ekonomi Inggrislah yang paling parah. Mereka benar-benar menjelma menjadi kekuatan ekonomi tak terlawan di Inggris, pasar ekonomi terbesar di Eropa saat itu. Rakyat Inggris pun bias merasakan kelicikan konspirasi mereka. Ketika itu Amerika masih berada di bawah penjajahan kerajaan Inggris.

Rencana mereka selanjutnya adalah menghancurkan dan memecah-mecah United Kingdom Inggris, kerajaan-kerajaan yang berada di Inggris beserta koloninya mesti dipecah-pecahkan. Dengan demikian perputaran uang yang dibutuhkan untuk biaya perang akan menyebabkan mereka mengeruk keuntungan yang besar dari pertikaian tersebut.

Hutang Inggris membengkak menjadi 16 juta Pound tahun 1698, dan membengkak hebat pada tahun 1815 menjadi 885 pound.

Tahun 1775 kerajaan Inggris gonjang-ganjing, terutama Luxenton dan Concord.

Tahun 1776 Konggres Amerika di Philadelphia menunjuk George Washington sebagai pemimpin angkatan udara dan laut Amerika kemudian memberanikan untuk memproklamirkan pelepasan dan kemerdekaan dari Kerajaan Inggris.

Selama peperangan dan revolusi yang terjadi ditubuh kerajaan-keraan Inggris, perputaran uang kerajaan “Roth Schild” membuahkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Tahun 1781 Inggris pun menyerah tanpa syarat.

Tahun 1783 Amerika telah benar-benar merdeka, dalam sebuah perjanjian damai di Paris.

Dan rakyat Inggrislah yang paling dirugikan. Karena mereka semakin banyak hutang. Sehingga setir ekonomi negara benar-benar mutlak ditangan Bangsa Yahudi.

Saat itu, mulailah sejarah Amerika yang terlahir, menjadi wajah baru di akhir abad 18.

Hegemoni ekonomi ini selalu memakan tumbal. Dan tumbalnya berupa peperangan. Amerika pun tak lepas dari rekayasa dan konspirasi perang saudara. Ketika Inggris beserta Perancis kembali dipanasi semangat koloninya untuk kembali memegang Amerika Utara. Kerajaan Inggris menyanggupinya. Amerika Utara dijadikan jalan sebagai kendali hegemoni keuangan Amerika.

Kendali keuangan Amerika Serikat (mantan koloni Inggris) diwujudkan melalui kebijakan keuangan sendiri.

Natsan Roth Schild pada tahun 1815 menjadikan emas untuk menutup uang kertas yang beredar di Eropa. Ia sangat kesulitan mereka merampas hegemoni ekonomi atas Amerika Serikat dikarenakan tutup uangnya menggunakan perak. Saat itu Inggris memiliki cadangan emas cukup banyak sedang Amerika Serikat memiliki cadangan perak yang melimpah.

Bank Dunia “Roth Schild” di Jeneva merasa perlu turun tangan langsung untuk memberdayakan ekomoni Amerika demi menguasai ekonomi dunia selanjutnya.

Tahun 1899 Wakil-wakil Roth Schild di seluruh dunia mengadakan konferensi di Inggris untuk merumuskan monopoli ekonomi dunia. Menghasilkan perlunya siasat “PENIMBUNAN“.

Pada akhirnya kebijakan ekonomi Amerika Serikat pun mereka pegang. Dari sejak menyusupkan orang di pemerintahan, hingga menteri keuangan sampai pada mengatur undang-undang keuangan. Kemudian menjadikan uang dollar sebagai simbol hegemoni dunia. Lengkap dengan filosofi perjuangan bangsa Yahudi. Saat itu orang-orang Yahudi yang berhijrah ke Amerika sudah mulai berani menampakkan hidungnya.

Tepatnya tahun 1882, orang-orang Yahudi yang bersembunyi di Eropa Timur mulai menyebar ke seluruh dunia dan banyak diantara mereka yang menetap di Amerika. Sebagian mendirikan kelompok Pecinta Yahudi di Rusia.

REVOLUSI RUSIA – LENIN (1917)

Pemerintah Rusia mulai kerepotan dan merasakan desakan Yahudi. Akhirnya pada tahun 1834 mereka memutuskan harus mencampur bangsa Yahudi di sekolah-sekolah umum. Untuk menghindari eksklusifisme Yahudi. Namun doktrin Yahudilah yang menjadikan perkiraan mereka terbalik. Justru anak-anak Yahudi dengan sistem ini menjadi lebih banyak wawasannya di banding orang-orang Rusia pada umumnya.

Pelahan namun pasti, Bangsa Yahudi mulai hijrah ke Rusia. Dan mereka memasuki kebijakan pendidikan. Sehingga rakyat dan pemerintah Rusia tambah semakin merasakan intervensi terlalu dalam yang menyebabkan berbagai kerancauan negara.

Berikutnya disusunlah rencana revolusi. Hal ini dimulai dari berbagai pembunuhan tokoh-tokoh penting serta mendukung oposisi-oposisi keras.

Terlebih bangsa Yahudi terprovokasi buku Theodor Hertzel (Wartawan Austria kelahiran Budapest) -Jewish Back to Israel Movement- tahun 1896 dicetak dalam lima bahasa.

Saat itulah sejarah menyebutnya sebagai Gerakan Zionisme. (silsilah gerakan zionisme kuno yang lahir akibat terusirnya Yahudi di beberapa negara Eropa).

Kembali ke Rusia yang mulai panas sejak 1900. Ketika Partai Sosialis Buruh yang menjadi kendaraan Revolusi melancarkan teror-terornya. Tokoh pentingnya, Lenin yang sempat ditangkap pihak kerajaan hingga mengakhiri masa penjara tahun 1897, lari ke Eropa.

Tahun 1905 revolusi berdarah di Pettersburg. Lenin berada di Jeneva namun tak menghalanginya untuk mengobok-obok Rusia dengan tangan-tangan anak buahnya. Termasuk menjebak Rusia dalam perang melawan Jepang tahun yang sama 1905.

Kondisi kekaisaran Rusia semakin parah dengan provokasi partai-partai pro revolusi. Bahwa keruwetan ekonomi dan berbagai peristiwa anarkis serta otoritas kerajaan, hanya ada satu solusi. Yaitu Revolusi.

Kekaisaran Nikola, Pasca 1905 benar-benar ambruk. Sistem kerajaan dan kekaisaran mutlak diubah menganut sistem kerajaan dengan mazhab Inggris. Majelis Duma mulai bekerja. Perdana Menteri Stolypin memegang pemerintahan.

Murid kepercayaan Lenin, Stalin juga berperan aktif dalam merencanakan Revolusi Rusia ini.

Akhirnya kesempatan itu datang tahun 1917. Ketika kondisi sosial, ekonomi dan kerajaan telah benar-benar morat-marit. Dan para buruh serta pengangguran serta orang-orang muda Rusia bisa dikendalikan dengan issu revolusi.

Namun sangat menyedihkan, orang-orang penting pro revolusi yang menghantarkan Lenin ke tampuk pimpinan pada akhirnya mereka pun dihabisi Lenin, setelah kepentingannya tercapai. Lenin sendiri sebelum tutup usia 1924 tercampak sebagaimana Napoleon. Hanya sebagai alat orang-orang Yahudi belaka.

Adapun Yahudi Rusia pasca 1918 terbagi menjadi dua. Sebagian adalah orang-orang revolusi yang bermazhab Marxisme yang berambisi menjadikan Rusia sebagai negara sosialis besar. Sebagian lagi berusaha kembali ke Palestina (merekalah orang-orang Zionisme)

Murid Leninlah, Stalin -lelaki kelahiran Georgia 1879- yang melanjutkan obsesi diktator itu. Ia mulai terkenal setelah Lenin sakit-sakitan tahun 1922. Sehingga dinilai sudah tak layak memegang amanat revolusi.

Kemudian dibentuklah pemerintah pengganti sementara, terdiri dari tiga orang. Stalin, Kaminiev dan Zienofev. Dua orang terakhir adalah tangan kanan Lenin.

Pada sebuah pembukaan munas Partai Komunis di Moskow, Zienofev dipandang paling senior diantara ketiganya. Maka orang-orang partai menawarinya untuk menyampaikan pidato sambutan. Leninlah yang selama ini melakukannya tanpa pengganti siapapun. Zienofev terlihat kurang cakap. Stalin lah yang kemudian naik, memimpin rapat dan menyampaikan pidato. Jadilah ia orang nomor satu sampai meninggalnya Lenin 1924.

Awal tahun 1926 saingan utama Stalin, Zienofev disingkirkan dari Kantor Federasi. Menyusul kemudian pertengahan tahun Kaminiev dan Trotsky didepak.

Tahun 1927 orang-orang tersingkir ini mengadakan pemberontakan. Namun sang diktator baru lebih kejam dari Lenin. Mereka dikubur bersama impian mereka, pengikutnya diasingkan dalam proyek raksasa kerja paksa.

Kemudian Stalin pun hendak merambah Eropa. Dimulai dari Spanyol, atas saran dan bisikan “The Illuninati” yang punya kepentingan atas Spanyol.

PERANG DUNIA I (1914-1917)

Teori yang diterapkan sebagaimana teori perpindahan hegemoni ke Amerika dari Inggris. Serta menimbulkan kekacauan dunia. Untuk mengeruk keuntungan ekonomi yang sebesar-besarnya. Dengan banyaknya peperangan, kebutuhan akan uang untuk mendanai peperangan semakin besar. Maka “Roth Schild” lah yang paling diuntungkan.

S T A L I N

Adapun Stalin mendapat dukungan “The Illuminati“. Kebengisan dan kediktatoran Stalin juga yang membantu program rahasia Freemasonry.

Komunisme dan Marxis lekat dengan Stalin. Sampai akhir hayatnya ia begitu getol menyebarkan mazhabnya tersebut. Rusia (Uni Soviet) telah berhasil ia merahkan. Bahkan dunia tak bisa mengelak dari pengaruh komunisme dan sosialisme ketika itu.

Stalin merancang beberapa ekspansi berikutnya, setelah berhasil di beberapa daerah di Soviet Selatan. Spanyol adalah sasaran ekspansif selanjutnya.

Pasca Perang Dunia I, kemakmuran ekonomi berpihak ke Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Australia. Sebagai pihak yang memetik kemenangan. Meski sesungguhnya embrator “Roth Schild” merupakan pihak yang paling diuntungkan.

Siasat politik dalam negeri dengan mengatasnamakan kebersamaan, Stalin membuat proyek sawah umum. Sayangnya program ini terlalu dipaksakan. Tak kurang dari 5 juta orang tewas karena berhadapan dengan hukum mati akibat pembangkangan mereka atau karena tak kuat melawan kelaparan. Hanya kediktatoran Stalin lah yang sanggup melakukannya.

Spanyol resmi dijadikan sasaran “The Illuminati”. Maka partai komunis disana diperkuat. Tiga pemimpin teras partai komunis ini (Morin, Sergis dan Nien) telah menamatkan studi komunisme dan revolusi di sebuah yayasan Lenin di Moskow. Khususnya Morin yang memiliki sejarah hidup penuh revolusi dan tantangan penjara serta pengasingan sejak usia muda.

Di luar dugaan, Morin cs berseberangan kebijakan dengan Stalin. Bahkan mereka menuduh Stalin hanya memperalat Marxisme demi nafsu ekspansi dan haus penindasan belaka. Stalin pun berang dan berusaha segera mengakhiri cerita mereka.

Pertikaian ini akhirnya membuka kedok komunisme sebenarnya. Bahwa ternyata revolusi Spanyol serta perang saudara di negeri itu adalah hasil dari konspirasi Komunisme dan tangan-tangan rahasia “The Illuminati“. Morin dan Sergis membuka mulut atas konspirasi ini.

SPANYOL

Tahun 1923-1936 Spanyol mirip Kanada saat itu. Sebagian penduduk berbahasa Inggris, sebagian lagi berbahasa Perancis. Adapun Spanyol, ada kelompok Basque yang memiliki adat dan bahasa tersendiri, berpegang teguh dengan agama katholik mereka. Basque berkeyakinan sebagaimana orang Kanada berbahasa Perancis bahwa kemerdekaan adalah hak mereka. Mereka ingin memisahkan diri.

Sementara itu sebagian besar rakyat Spanyol telah terpengaruh oleh gerakan komunisme yang didoktrinkan oleh Stalin dan para alumni Yayasan Lenin.

Perang Saudara di Spanyol mulai tahun 1936. Spanyol terbagi menjadi dua blok.

1. Kaum Loyalist yaitu semua kelompok kiri yang menginginkan Spanyol bergabung dengan USSR (Uni Soviet)

2. Kaum Nasionalist, yaitu mereka yang menginginkan liberalisme mutlak atas Spanyol meski dengan sistem diktator seperti Stalin. Seorang Jendral yang baru naik daun, Franco berada di blok ini.

Terpecahnya komunis menjadi dua golongan serta beberapa kelompok lain menelan korban jiwa tentu tak dapat dielakkan. Ribuan nyawa digadaikan. Sepertiga perwira Spanyol dibantai.

Obsesi kaum kiri yang bernafsu mendirikan Uni Soviet untuk memayungi dunia benar-benar menutupi naluri kemanusiaan. Yahudi bertepuk tangan. Tangan mereka tak perlu basah oleh darah. Mereka hanya memetik buah dari kekejaman anak buah Lenin dan Stalin itu.

Di samping itu, bukan hanya Stalin yang mendapat dukungan The Illuminati. Jerman pun diam-diam dipersenjatai oleh “Roth Schild” dan didekati wakil The Illuminati di Eropa.

Isu yang dicoba untuk disebarkan bahwa Jerman tidak akan kalah dalam Perang dunia I jika tidak ada pengkhianatan. Konspirasi AS,Perancis dan Inggrislah yang membuat mereka pasrah dengan keputusan “kalah” tersebut.

Prinsip inilah yang dijadikan orang-orang komunis untuk membangun kembali Jerman, menjadi sebuah mazhab baru yaitu FASISME. Jerman harus menundukkan orang lain. Bangsa Jerman di atas segalanya. Kebalikan dari itu, sumber kerusakan zionisme dan komunisme mesti dituntaskan dari Eropa dan dunia.

Fasisme dikembangkan oleh Franco, Hitler dan Musolini. Mereka berusaha mengeluarkan negeri mereka dari ketergantungan ekonomi terhadap Inggris, Perancis dan AS. Hutang mereka tekan, dan menggantinya dengan income dalam negeri. Ini diikuti oleh Jepang, Itali dan Spanyol.

Fasis merupakan tandingan baru. Dan dari madzhab ini bangsa Jerman juga para tetangganya mengetahui beberapa konspirasi Yahudi yang bermain dibelakang komunis dan revolusi yang mengorbankan banyak nyawa anak manusia. Mereka kemudian berobsesi untuk menggulung AS, Inggris dan Perancis. Menghancurkan hegemoni Stalin dan komunisme di Eropa.

Maka bekerjalah Jepang, Itali dan Jerman dengan rencana ini. Sebagai permulaan, Nazi Jerman dibawah Hitler berobsesi juga untuk membersihkan Inggris dan AS dari mavia ekonomi Yahudi juga orang-orang Yahudi dari manapun. Ketika itu Hitler masih dipenjara, tahun 1934.

Adapun siasat politik Hitler berbeda dengan Stalin yang menjadikan Inggris menjadi musuh.

Hitler perlu patner kuat. Tak lain adalah kerajaan-kerajaan di Inggris. Namun pendekatan ini tak semudah yang Hitler kira. Meskipun Hitler menggunakan jurus memanas-manasi, bahwa Revolusi Rusia 1917 mengorbankan ribuan orang kristen yang dibantai.

Hitler, adalah seorang orator ulung yang pandai memprovokasi. Maka provokasi “Habisi Komunis dan Zionis” terus didengungkannya. Ia mengalami dan mengetahui kejinya konspirasi mereka. Karena itu ia menyerukan pembebasan ekonomi dari konspirasi mereka yang menggunakan alat “The Bank of International Settlemens” di Swiss. Hegemoni Roth Schild.

Hitler satu madhzab dengan Musolini juga dengan Franco, hanya saja yang terakhir mempunyai obsesi sendiri tentang Spanyol, tidak bergabung dengan Jerman dan Itali. Meski Hitler menggabungkannya dalam Fasis-nya.

Adapun Hitler yang telah mengambil hati orang Jerman, dibenturkan oleh “The Illuminati” dengan gereja, baik Katholik maupun Protestan yang menganggap Fasis sama dengan Komunis.

Jadilah TIGA kekuatan dibenturkan. (Kaum gereja, komunis dan fasis)

Sementara itu otoritas kekuatan Rusia, diam-diam menyokong persenjataan Jerman. Sedang Itali, di bawah Musolini telah menggerakkan kapal selam-kapal selamnya.

Franco yang memisahkan diri, mengurusi kerancuan negaranya pasca perang saudara sejak 1936.

Inggris sudah merasa beberapa kekuatan sedang mengincarnya. Ia perlu dukungan “moyang“nya, The Illuminati.

Waktu itulah tersebar dipenjuru Eropa “calo-calo setan” yang memperkeruh keadaan. Dengan uang suap, perempuan, pembunuhan, pencurian, menghalalkan segala cara untuk membuat keadaan yang sedang panas tambah berapi dan terbakar.

Propaganda Hitler ini disambut. Benturan dan konflik senjata dengan orang Yahudi dan Komunis terjadi, di Jerman. Hal ini kemudian di besar-besarkan menjadi sebuah MITOS. Hitler mengubur jutaan orang Yahudi. Bangsa yahudi perlu dikasihani. Diberi tanah untuk berlindung mereka. Supaya terlepas dari kekejaman diktator seperti Hitler.

Jiwa revolusioner Hitler digunakan untuk membenturkan kondisi politik antara komunis dan gereja di Jerman dan Inggris serta Itali.

PERANG DUNIA II

Inggris bersikeras untuk mempertahankan diri. Semantara Jerman dengan komando Hitler semakin beringas. Hanya saja Hitler masih tetap mempertahankan kerajaan Inggris, ia hanya ingin menundukkannya dibawah superioritas Nazi/Fasis Jerman, propagandanya ini diabadikan dalam bukunya Meim Kampf.

Awal tahun 1940, kekuatan bersenjata Jerman benar-benar merengsek Inggris. Hasilnya Inggris terdesak habis oleh obsesi dan ambisi Hitler. Namun sebenarnya Hitler masih bisa diajak untuk sedikit `bersabar` dengan perjanjian. Karena obsesinya untuk menundukkan kerajaan dan menjaga keutuhannya dituruti. Namun, The illuminati tidaklah menghendaki peperangan berubah menjadi sebuah “damai”. Mereka ingin mengubahnya menjadi perang hancur-hancuran.

Ketika Winston Leonard Spencer Charcel naik menjadi PM (aristokrat pro Yahudi Mantan Menhan 1911 dan MenWil Jajahan Inggris 1920), ia menginstruksikan untuk menyerang. Maka diserbulah kota-kota Jerman dengan bom udara. Demikian juga Perancis pun bergabung. Dengan alasan sederhana, karena Jerman menduduki Polandia. Bisa kebayang, kan? Hitler marah besar.

Lalu Stalin. Ke manakah dia?

Murid Lenin ini terkenal cerdas. Tiba-tiba terkesan bingung. Benarkah ia berada dalam barisan The Illuminati. Atau sekedar diperalat oleh mereka. Maka detik berikutnya ia mengetes keikhlasan mereka.

Stalin berniat bergabung dengan Jerman. Ia mencium bau pengkhianatan. Charcel, ternyata seorang boneka zionis “the Illuminati“. Alasan ia menggempur Jerman hanya beberapa titik militer saja karena sebuah perintah atasan. Untuk memenuhi keinginan konspirasi “The Illuminati” yang sedang diuji keikhlasannya oleh Stalin.

“Stalin,.. lihatlah. Kami masih bersama Anda. Jerman, terutama Jerman Timur masih tetap kami biarkan”.

Di pihak lain, para pemimpin teras Nazi tanpa sepengetahuan Hitler, ternyata bersekongkol untuk menghabisinya. Karena ia terlalu ambisius dan lamban dalam mengeksekusi Stalin dan Komunis. Ini juga merupakan siasat provokasi calo the Illmuninati. Untuk menarik simpati Stalin. Maka keputusannya bisa dilihat tawaran para pemimpin Nazi itu ditolak oleh pihak Inggris.

Nazi, memutuskan untuk menggulung Stalin, baru kemudian membumihanguskan Inggris dan Amerika dengan kerjasama Jepang dan Itali.

Tahun 1941 Jerman menyerang Rusia. Stalin pun kembali didukung oleh Inggris untuk menangkal bahaya Fasisme Hitler dan Musolini. Simpati Stalin semakin kuat. Demikian kira-kira The Illuminati menyangkanya.

Namun, Stalin semakin manjadi-jadi. Ia meminta fasilitas yang berlebihan. Tentunya dengan uang yang ia tahu kunci konspirasi mereka di sana. Stalin menjadi penonton sekaligus sutradara berbagai kerusuhan, sementara ia bersembunyi di Teheran.

Charcel, juga Rosevelt berhasil merangkul kembali Stalin. Mereka mengajak Stalin untuk menggempur habis Jerman, dengan janji keuntungan yang melimpah usai perang.

Adapun Stalin tetaplah seorang culas. The Illuminati kecolongan. Stalin tidak mau diatur. Ia bergerak dengan politik dan kemauannya sendiri. Karena Rusia (Uni Soviet) saat itu merasa kuat.

Inggris dan Perancis kuwalahan. Menunggu kebijakan baru dari Amerika Serikat. Sementara itu Jepang pun tak kalah ganasnya. Hanya saja momen Fasis ala Jepang ini kemudian dijadikan para pemegang kebijakan dan keputusan di AS. Peristiwa Pearl Harbour sebenarnya hanya sebuah peristiwa kecil. Kemudian dijadikan legalitas untuk menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menelan korban kemanusiaan yang maha dahsyat. Mengapa kedua kota ini? Nagasaki pun sebenarnya merupakan “kesalahan prediksi” informasi intelijen yang salah memprediksi.

Kok, tidak di Jerman yang saat itu lebih membahayakan?

Ini hanya sebuah siasat. Salah satu aset Roth Schild ada di sana. Juga terlalu spekulatif bila menjatuhkan bom di dekat pusat konspirasi mereka. Sedang Jepang tak ada sangkut pautnya dengan mereka.

Di samping itu untuk menakut-nakuti Stalin. “Kembalilah ke jalan semula, Stalin. Jika Anda tak melakukannya, nasib Anda seperti Jepang!” Namun gertak sambal ini dilecehkan Stalin.

Stalin tetap saja dengan politik ekspansi militernya dengan semangat “merahnya”. Benar-benar anak The Illuminati yang salah asuhan. Apalagi bergaining Stalin dengan Tito (Yugoslavia) cukup kuat. Meskipun Tito akhirnya “cerai” dengan Stalin pasca Perang Dunia II, karena Tito masih loyal dengan The Illuminati.

Stalin bandel, meski ia sebenarnya minder dengan gertakan AS. Soviet belum mampu mengoptimalkan nuklirnya.

Stalin tutup usia sebagaimana seorang perampok biasa. Hitler pun hilang dengan legenda pembantaian jutaan Yahudi dan Komunis, yang hanya merupakan obsesinya saja.

Perang dunia berakhir dengan kecongkakan Amerika, Inggris dan Perancis. Tiga negara yang tak bisa melepaskan diri dari konspirasi The Illuminati.

TRAGEDI PALESTINA..

Berdirinya sebuah negara Yahudi adalah ibarat cerita fiktif. Obsesi mengumpulkan gelandangan kerdil dan pengecut semula merupakan dongeng belaka. Theodor Hertzel melontarkan ide realisasi impian bangsanya tersebut.

Tahun 1896, bukunya -Jewish Back to Israel Movement- dicetak dalam lima bahasa. Buku ini memuat rancang bangun modernitas tentang Zionisme yang bertujuan membangun sebuah negara yang dikhususkan untuk orang-orang Yahudi.

Beikutnya tahun 1897 Ia memimpin konferensi Yahudi sedunia di Swiss, sekaligus memimpin gerakan zionisme modern. Pasca konferensi Basle ini Zionisme internasional mendukung kependudukan bangsa Yahudi di Palestina. Dan pada tahun yang sama persatuan Yahudi Amerika berdiri.

Tahun 1901 Prof. Hertzel membujuk penguasa Turki Usmani untuk menyerahkan Palestina. Memberi tanah untuk bangsa Yahudi. Khilafah Usmaniyah menolaknya mentah-mentah.

Tahun 1903, Konferensi Yahudi VI sepakat dengan alternatif pendudukan di Afrika Timur.

Tahun 1904, Konferensi Yahudi VII menolak alternatif yang diberikan karena wilayahnya sangat tidak strategis menurut mereka.

Tahun 1909, Konferensi Yahudi IX menetapkan pengadaan kerjasama pembangunan pemukiman Yahudi di Palestina. Pada tahun yang sama organisasi militer Yahudi didirikan untuk menjaga daerah pemukiman.

Tahun 1917, Menlu Inggris, Arthur Balfour mengeluarkan statement terkenal. Bangsa Yahudi punya hak atas Palestina. Belakangan janji ini dikenal dengan Perjanjian Balfour.

Tahun 1918, Jerman dan Itali setuju dengan gagasan dan perjanjian Balfour. Presiden Amerika pun, Word Wilson mengirim surat ke rahib Yahudi menyetujui perjanjian Balfour.

Tahun 1919, bangsa Arab (Konferensi Palestina I) menolak perjanjian Balfour.

Tahun 1920, Inggris memproklamirkan penguasaan penuh terhadap Palestina, penyerangan Yahudi semakin meningkat. Inggris berada dibelakangnya.

Tahun 1921, Bangsa Yahudi mulai hijrah ke Palestina dan jumlahnya semakin meningkat. Diiringi perlawanan dari rakyat Palestina.

Dengan data singkat diatas kita mengetahui. Mengapa Palestina menjadi incaran. Selain nilai strategis, sejarah dan sekaligus berada di bawah koloni Inggris. Mereka pun merekayasa mitos Haikal Sulaiman di Masjid Al Aqsha.

Inggris dan Yahudi memiliki kaitan yang sangat kuat. Inggris tak lepas dari cengkraman pengaruh zionis. Demikian juga Amerika Serikat.

Tahun 1925 Universitas Ibrani di Al Quds didirikan, Balfour pun ikut hadir saat itu.

Tahun 1933, Konferensi Yahudi XVIII membahas pemindahan Yahudi ke Eropa. Mereka mulai merasakan ancaman kekuatan baru yang muncul selain kekuatan merah. Fasisme dan Nazi. Mitos berikutnya yang berkembang. Yahudi Jerman dihabisi oleh Nazi. Maka perlu diberi tempat berlindung. Ini sekedar teori untuk memudahkan lobi mereka mendapat dukungan ke Palestina.

Tahun 1935, Izzuddin al Qassam syahid dalam perang Qastel melawan imperialisme Inggris.

Tahun 1942, Konferensi Yahudi Amerika menghasilkan program Baltimour. Berisi ajakan membuka Palestina bagi pendatang Yahudi dan melepaskan campur tangan Inggris serta ajakan mendukung berdirinya negara Israel di Palestina. Janji Balfour (1917) baru berupa tawaran otoritas wilayah, bukan negara. Hotel Baltimour, New York menjadi saksi ambisi mereka mendirikan sebuah negara Yahudi. Amerika menjadi tumpuan utama. Sedang secara politik mereka bersembunyi dibalik Inggris.

Tahun 1945, Presiden Amerika, Henry Thurtman mendukung kependudukan Yahudi di Palestina

Tahun 1947, PBB memutuskan pembagian tanah Palestina dan menghentikan koloni Inggris atas Palestina. Pada tahun yang sama Lobi Yahudi berhasil menembus PBB sebagai pembukaan pra proklamasi negara Yahudi.

Tahun 1948, PBB basa-basi, mengeluarkan ketetapan no.194 berisi kembalinya pengungsi Palestina ke negaranya.

Pada tahun yang sama Negara yahudi diproklamirkan. Negara Israel dengan 78% atas tanah Palestina. Soviet segera mengakuinya. Tepatnya tanggal 14 Mei 1948. Dideklarasikan oleh David Ben Ghorion (1886-1973). Dan 11 menit setelah proklamasi Presiden Amerika Thurtman mengakui negara Israel.

Keberhasilan Yahudi ini tak terlepas dari kelihaian mereka mendompleng kolonialisme Inggris atas Palestina juga konspirasi mereka mendukung oposan Khilafah Usmaniyah. Mereka menganggap selama Usmaniyah masih berdiri Palestina hanya menjadi negeri impian. Mereka kemudian bersekongkol dengan kaum ittihadiyyun dan taraqqi (kita ingat tokoh Yahudi Turki yang berlabel muslim moderat, Kamal Ataturk). Kemudian ikut meledakkan revolusi Arab. Negara-negara Arab diprovokasi untuk melepaskan diri dari khilafah Usmaniyah. Motto Turki adalah penjajah bangsa Arab dikembangkan. Nampaknya propaganda ini berhasil. Bangsa Arab satu-demi-satu melepaskan diri dari Khilafah “The Sick Man“. Yahudi bertepuk tangan.

Tahun 1949, Israel diterima sebagai anggota PBB.

Tahun 1954, Aksi Istisyhad mulai dan diberangkatkan secara sembunyi-sembunyi dari Mesir.

Tahun 1958, Gerakan Pembebasan Al Fath berdiri

Tahun 1964, PLO berdiri atas keputusan KTT Liga Arab

Tahun 1967, Perang Arab Israel I. Israel tetap bersikeras mempertahankan daerahnya sejak saat itu. Bangsa Arab pun tetap teguh mempertahankan haknya. (terutama rakyat Palestina yang paling tertindas, juga Yordania, Libanon, Syiria dan Mesir)

Tahun 1973, Benteng Berliev dihancurkan tentara Mesir. Bersamaan dengan Itu kekuatan Syiria juga Libanon juga mengempur Israel. Pil pahit kekalahan ditelan Israel.

Tahun 1978, Perjanjian Camp David ‘i, Israel dan Presiden Mesir Anwar Sadat. Berikutnya Mesir dikucilkan dari Liga Arab, Markaz Liga Arab pindah dari Kairo. Bahkan Presiden Anwar Sadatpun dihadiahi beberapa peluru yang menembus dada dan keningnya pada saat parade Militer di kawasan Nasr City, Kairo Timur.

Tahun 1987, Lahirnya Intifadhah. Perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel besar-besaran untuk pertama kalinya.

Tahun 1988, HAMAS berdiri da Syeikh Ahmad Yasin didapuk sebagai pemimpin spiritual.

Tahun 1991, Yahudi berbondong-bondong, hijrah besar-besaran ke Israel (Palestina)

Tahun 1993, Penandatanganan Oslo (Israel-Palestina)

Tahun 1994, Tragedi pembantaian Yahudi terhadap umat Islam di Masjid Ibrahimy

Tahun 1995, Perjanjian Oslo II tentang perincian pelaksanaan otonomi Palestina. Aktivis HAMAS, Al Jihad banyak ditangkap sehubungan dengan berbagai aktivitas bom syahid yang saat itu masih kontroversi.

PM Israel Yitzaq Rabin terbunuh ditangan seorang Yahudi Ekstrim. Simon Peres naik menjadi PM menggantikannya.

Tahun 1996, Netanyahu naik jadi PM Israel. Israel-Turki sepakat bekerjasama di bidang perdagangan dan militer.

Pada Tahun yang sama Putra Batalyon Al Qassam, Yahya Ayyasy syahid. Tepatnya pada tanggal 5 Januari 1996.

Tahun 1998, Target Yahudi Internasional, Zionisme Timur Besar untuk mendirikan Imperium Israel Raya. Namun rencana ini belum berhasil. 100 tahun dari 1898 adalah target menjadikan Palestina (saat itu mereka tidak menyebut Israel) menjadi negara bagi Yahudi yang bersih dari etnis manapun terutama bangsa Arab.

Di tahun ini, terjadi penandatangan perjanjian Way River yang sangat merugikan Palestina.

Tahun 1999, Netanyahu turun tahta. Ehud Barak naik jadi PM. Barak pura-pura tak tahu perjanjian Way River dan memperluas pemukiman Yahudi. Ia merekomendasi 1145 unit perumahan baru untuk 180 ribu Yahudi.

Tahun 2000, Si jagal Shabra Syatila Ariel Sharon “berkunjung” ke Masjidil Aqsha. Mengotori kesucian umat Islam. Sekaligus menjadi pemicu meletusnya Intifadhah II.

Tahun ini juga menjadi saksi kekejaman Israel. Syahidnya si kecil Muhammad Jamal Durrah dipangkuan ayahnya. Dihujani peluru pasukan Israel.

Tahun 2001, Ketika dunia geger dengan peristiwa WTC, Israel berpesta membantai rakyat Palestina. Ariel Sharon terdesak dengan tuntutan ekstrim keras Yahudi yang mendesak realisasi Imperium Raya, Israel.

Tahun 2002, meningkatnya aksi militer Israel di wilayah-wilayah Palestina.

Dengan mengenal sejarah zionisme dari zaman dulu hingga kini, kita bisa mengetahui bahwa tokoh-tokoh penting dunia berhasil mereka peralat untuk memuaskan ambisi mereka. Bahkan untuk sekarang ini mereka cenderung mendukung pemimpin negara-negara Arab yang di negara mereka masing-masing di kenal diktator. Mereka angkat sebagai pahlawan. Tentu saja rakyat bangsa Arab jengkel. Tapi, kenyataan menuturkan demikian. Akan tetapi kelihaian dan kelicikan mereka tetaplah ada batasnya. //”Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allahlah sebaik-baik pembalas tipu daya” (QS. 3:54)//. Bukan seperti mitos “sundul langit” yang sering kita dengar. Buktinya mereka ketakutan dengan aksi bom syahid dan batu-batu beterbangan dari putra-putra Palestina. Padahal mereka bersenjata lengkap dengan peralatan yang serba canggih.

Kapankah saudara kita di Palestina merasakan kemerdekaan bangsanya dari kelicikan Yahudi. Kapankah Masjidil Aqsha akan terbebas dari kotornya kaki-kaki Yahudi.

Kemenangan itu dekat, jika kita meyakininya demikian. Malam semakin kelam. Penindasan dan penderitaan saudara kita di Palestina semakin parah. Dan… fajar pun akan segera terbit. Menyambut senyum kemenangan.

Allâhummanshurnâ… `ala al yahûd al mutawakhkhisyîn, wa man wâlâhum yâ Rabb.

Saiful Bahri

Renungan Akhir tahun 2002

Kampung Delapan, Taman-Taman Kebaikan, Cairo

Bahan tulisan:

  • Konflik Palestina Dua Abad (1798-2001) terbitan SINAI (Studi Informasi Alam Islami) Cairo, 2001
  • Catatan Perwira Jerman, William Gey. “Batu-batu di Atas Papan Catur“. Edisi terjemah bahasa arab “Ahjâr `alâ Riq`ati Syathranj” terbitan Darun Nafais, Beirut. Cet.XIII. 1991
  • Majalah Izzah edisi 11, April 2002 (terbitan SINAI Cairo)

5 thoughts on “Menelisik Sejarah Zionisme

  1. amat mengatakan:

    tapi memang betul kan, bahwa tanah palestoina merupakan tanah nenek moyang mereka, yang dijanjikan Allah untuk diberikan pada Jakub atau Israel, cucunya Abraham ?

  2. saifulelsaba mengatakan:

    memang benar mereka dijanjikan jika mau masuk maka mereka akan menang melawan “kaum jabbarin” penguasa zhalim saat itu. Sayangnya mereka menolak. Bahkan cenderung membangkan terhadap perintah Allah. Mereka akhirnya dihukum 40 tahun. Dan sejak saat itu Tanah Palestina diharamkan bagi mereka.
    Salah sendiri kan? Mereka menolak. Saat ini kok tiba-2 mengklaim bahkan merebut dan merampas dari bangsa Palestina. NAIF

  3. stone mengatakan:

    Allahu Akbar Maju terus Palestina

  4. sari mengatakan:

    allahuakbar,, yahudi terlaknat,, mereka pengecut yang biadab

  5. Anonymous mengatakan:

    tetaplah istiqomah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s